Nusantaraterkini.co, MEDAN – Usai sahur, tak sedikit orang memilih kembali merebahkan tubuh demi menambah waktu istirahat selama berpuasa. Apalagi jika tidur malam terasa kurang. Namun, apakah kebiasaan tidur setelah sahur ini aman bagi kesehatan menurut medis?
Selama Ramadan, pola makan dan jam tidur mengalami perubahan cukup signifikan. Jika tidak dikelola dengan baik, termasuk soal tidur setelah sahur, kondisi tubuh bisa terdampak dan berujung pada puasa yang terasa berat. Karena itu, penting memahami efeknya agar ibadah tetap lancar dan tubuh tetap prima.
Dampak Tidur Setelah Sahur bagi Tubuh
Baca Juga : HKN ke-60, Pemprov Sumut Raih Penghargaan dari Kemenkes
Langsung tidur setelah makan sahur kerap dianggap sepele. Padahal, tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan secara optimal. Jika kebiasaan ini sering dilakukan, beberapa gangguan kesehatan berpotensi muncul, di antaranya:
1. Gangguan pencernaan
Berbaring setelah makan dapat memperlambat kerja sistem pencernaan. Akibatnya, perut bisa terasa penuh, kembung, hingga begah saat bangun tidur.
Baca Juga : Cegah Penularan TBC, Dinkes Medan Skrining 200 Warga Helvetia
2. Risiko asam lambung naik
Saat tubuh dalam posisi tidur, katup lambung dan kerongkongan cenderung lebih rileks. Kondisi ini memudahkan asam lambung naik dan memicu keluhan GERD, seperti rasa panas di dada, pahit di mulut, atau nyeri ulu hati.
3. Kualitas tidur menurun
Baca Juga : Apa Sebenarnya yang Dimaksud dengan Orangtua Toxic?
Alih-alih tidur nyenyak, perut yang masih bekerja mencerna makanan justru membuat tidur menjadi tidak berkualitas. Tidur bisa terasa gelisah dan tubuh tetap lelah saat bangun.
4. Tubuh mudah lemas
Penyerapan nutrisi yang kurang maksimal akibat langsung tidur setelah sahur dapat membuat tubuh cepat mengantuk, lemas, dan sulit berkonsentrasi saat beraktivitas.
Baca Juga : Komisi IX DPR Prihatin Kasus DBD Kian Hari Kian Naik
5. Potensi kenaikan berat badan
Kalori yang tidak digunakan karena minim aktivitas berisiko tersimpan sebagai lemak, terutama jika kebiasaan ini dilakukan berulang selama Ramadan.
Perlu dicatat, dampak tersebut bisa berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi kesehatan dan jenis makanan saat sahur.
Baca Juga : Pemisahan Bayi Kembar Siam Brian dan Drian Berhasil Dilakukan, Satu Tak Bisa Terselamatkan
Jadi, Bolehkah Tidur Setelah Sahur?
Secara medis, tidur setelah sahur sebenarnya tidak dilarang, namun tidak dianjurkan dilakukan langsung setelah makan. Tubuh membutuhkan waktu agar proses pencernaan berjalan dengan baik sebelum beristirahat.
Memberi jeda antara sahur dan tidur dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan, refluks asam lambung, serta gangguan kualitas tidur.
Baca Juga : Mau Kurangi Gula Pasir? Coba 6 Pemanis Alami Ini: Cocok Untuk Penderita Diabetes
Tips Sehat Agar Tetap Bugar Setelah Sahur
Agar puasa tetap nyaman dan tubuh terasa segar sepanjang hari, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Pilih menu sahur yang ringan, kaya protein dan serat
Cukupi kebutuhan cairan agar tubuh tidak cepat lelah
Beri jeda 1–2 jam sebelum tidur kembali
Lakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai atau membaca
Hindari kafein berlebihan saat sahur
Pastikan waktu tidur malam tercukupi
Jika rasa kantuk sulit ditahan, tidur setelah sahur masih boleh dilakukan dengan catatan tidak langsung berbaring. Posisi setengah duduk atau miring ke kiri bisa membantu kerja lambung dan mengurangi risiko asam lambung naik.
Namun secara umum, kebiasaan langsung tidur setelah sahur sebaiknya dihindari karena dapat memengaruhi kesehatan dan kualitas istirahat selama puasa.
Bila selama Ramadan Anda sering mengalami perut tidak nyaman, mudah lelah, atau tidur tidak nyenyak, sebaiknya mulai memperbaiki pola sahur dan waktu istirahat agar tubuh tetap sehat hingga akhir puasa.
(Dra/nusantaraterkini.co).
