Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Komisi IX DPR Prihatin Kasus DBD Kian Hari Kian Naik

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Nurhadi (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut naiknya angka kasus demam berdarah dengue (DBD) secara signifikan juga dipicu fenomena El Nino.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IX DPR Nurhadi mengaku sedih karena setiap hari kasus DBD kian hari kian melonjak.

Baca Juga : Waspada Lonjakan DBD, Dinkes Sumsel Prediksi Puncak Kasus Terjadi Hingga Februari

"Saya prihatin atas peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue. Karena jumlah kasus DBD pada pekan ke-15 tahun 2024 ada di angka 62.001 kasus. Angka itu sudah lebih dari setengah dari total kasus yang tercatat sepanjang tahun 2023," katanya kepada Nusantaraterkini.co, Kamis (2/5/2024).

Baca Juga : Jumlah Kasus Demam Berdarah Melonjak di Ibukota Vietnam

Dengan kenaikan kasus yang terjadi belakangan ini, Nurhadi berharap masyarakat tidak terlalu panik. Hal yang terpenting yang harus dilakukan adalah tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

"Masyarakat harus melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus secara berkala dan menyeluruh. Cek kebersihan di rumah maupun lingkungan sekitar, jangan sampai ada barang-barang yang berpotensi menimbulkan genangan air. Kalau dibiarkan nanti bisa jadi tempat berkembang biak nyamuk dengue, bila menemukan sebaiknya segera dikuras, dikeringkan, atau ditutup bahkan bila perlu didaur ulang," jelasnya.

Baca Juga : Kasus DBD Sumsel 2025 Tembus 4.130, Kota Palembang Catat Jumlah Tertinggi

DPR juga telah mengingatkan kepada pemerintah soal lonjakan kasus DBD pada saat rapat terakhir di bulan Maret sebelum kami reses.

Baca Juga : Dinkes Sumsel Siapkan 5.000 Vaksin DBD Gratis untuk Anak di Palembang

Namun sayangnya peningkatan kasus tak terbendung. Saat ini menurut Nurhadi yang perlu dilakukan bersama adalah mencari solusi dan menyelamatkan masyarakat dari potensi demam berdarah.

"Kalau dikatakan masyarakat kurang perhatian atau aware berarti ini tanggung jawab pemerintah juga. Karena berarti Program Gerakan Masyarakat  Sehatnya masih harus ditingkatkan," tegasnya.

Baca Juga : Pulihkan Trauma Pascabencana, Ratusan Pelajar di Taput Ikuti Trauma Healing Bersama Relawan

Diketahui, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut naiknya angka kasus DBD secara signifikan juga dipicu fenomena El Nino. Krisis iklim membuat penyebaran nyamuk DBD lebih luas dan bertahan lebih lama.

Sebagai gambaran, kasus DBD baik jumlah kasus baru maupun kematian merangkak naik hingga kali lipat. Pemantauan Kementerian Kesehatan RI hingga minggu ke-16 di 2024 tercatat sudah ada 76.132 kasus orang yang terinfeksi DBD.

Kenaikan serupa terjadi di jumlah kasus kematian, pada periode minggu ke-16 di 2023 total orang yang meninggal karena DBD 'hanya' 180, sementara saat ini meningkat menjadi 540 jiwa.

(cw1/nusantaraterkini.co)