Terungkap! Utang Rp2 Juta Jadi Pemicu Utama Pembunuhan Berencana Pegawai SPPG di Lembak
Polsek Lembak mengungkap motif pembunuhan terhadap pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berinisial WU (50) didasari oleh persoalan utang
Nusantaraterkini.co, MUARA ENIM – Polsek Lembak mengungkap motif pembunuhan terhadap pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berinisial WU (50) didasari oleh persoalan utang piutang sebesar Rp2 juta, sekaligus membantah klaim pelecehan yang diajukan tersangka Andi (38) sebagai alibi.
Kapolsek Lembak, Iptu Yopi Maswan, menyampaikan jika tersangka diduga telah merencanakan aksi pembunuhan tersebut karena kesal utang yang dipinjam korban sejak dua bulan lalu tidak kunjung dibayar.
Polisi menilai pengakuan tersangka yang menyebut dirinya kesal karena dipeluk oleh korban hanyalah upaya untuk meringankan jeratan hukum.
"Itu alibi tersangka saja bahwa ia membunuh korban karena kesal dipeluk oleh korban. Tersangka ini sudah merencanakan untuk membunuh korban terkait utang yang dimiliki korban," ungkap Iptu Yopi Maswan dalam keterangan tertulis, Jumat (30/1/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, insiden bermula saat tersangka menagih utang kepada korban pada hari kejadian.
Korban yang belum memiliki uang kemudian mengajak tersangka pergi menggunakan sepeda motor dengan niat mencari pinjaman atau menggadaikan kendaraan tersebut untuk melunasi kewajibannya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mencari keberadaan sepeda motor korban yang hilang. Tersangka Andi kini telah ditahan di Polsek Lembak setelah sebelumnya menyerahkan diri kepada petugas.
"Atas perbuatan tersangka, dikenakan Pasal 459 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 15 tahun penjara," pungkasnya.
Sebelumnya, pihak keluarga korban turut membantah adanya isu hubungan kedekatan antara korban dan pelaku.
Anak korban, Indy Azzahra Adriani, menegaskan bahwa hubungan keduanya murni sebatas rekan kerja dan mendesak agar pelaku dihukum seberat-beratnya.
"Tidak ada hubungan kedekatan antara ibu dan pelaku. Hanya teman biasa. Kami yakin ini sudah direncanakan, kami mohon kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas hingga ke akar-akarnya. Kami minta keadilan," tegas Indy.
(Tia/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSFormappi Soroti Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran: Kini Lebih Tepat Disebut Kabinet Kompromi
hendra·23 menit yang lalu -
KRIMINALDitawar Rp300 Ribu untuk Seks, Pria di Labura Bunuh Pasangan Sesama Jenis: Satu Pelaku di Bawah Umur
hendra·50 menit yang lalu -
NEWSTak Banyak yang Tahu, Kapolri Suyudi Ario Seto Pernah Pamer Aksi Debus Bengkokkan Golok
hendra·1 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Turun Tipis ke Rp2.576.000 Per Gram, Perak Naik Menjadi Rp40.750
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIDPR Desak BI Perketat Keamanan QRIS dan Lindungi 65 Juta Pengguna dari Kejahatan Siber
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
POLITIKPengamat: Prabowo dan Jokowi Bisa Berhadapan di Pilpres Mendatang Jika Loyalis Dicopot
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
-
SUMSELKinerja Penyerapan Tinggi, Menteri PKP Setujui Tambahan 3.000 Unit Rumah Subsidi untuk Sumsel
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
PERISTIWATragis! Pria 64 Tahun Tewas Tertabrak Kereta di Kertapati Palembang
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
EKONOMIReshuffle Kabinet Jadi Bayang-Bayang IHSG, Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini
hendra·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan