Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Terlibat Perampokan, 3 Pegawai Damkar Terancam Dipecat: 10 Orang Ditangkap

Editor:  hendra
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
10 pelaku perampokan Pos Damkar Godean, Sleman, saat berada di Polda DIY, Rabu (16/10). Foto: Resti Damayanti/Pandangan Jogja

nusantaraterkini.co, SLEMAN - Sebanyak 10 pelaku penganiayaan dan perampokan petugas Pos Damkar Godean, Sleman ditangkap Kepolisian Daerah (Polda) DIY

Tiga diantara 10 pelaku merupakan anggota internal Damkar Sleman, DIY.

Wakil Dirreskrimum Polda DIY, AKBP Tri Panungko menjelaskan ada 3 pelaku yang merupakan anggota internal Damkar Sleman. 

Baca Juga : Kereta Tabrak Mobil dan Motor, 3 Tewas dan 4 Luka-Luka

Ketiga pelaku yakni OF (26) sebagai pelaku utama, lalu NUG (27) dan DD (31). Sementara 7 lainnya yakni PUR (30), RH (28), BGS (26), DR (26), DND (28), HS (28), dan DK (34). Satu pelaku masih buron yakni ALF.

Adapun motif pelaku melakukan penganiayaan dan perampokan ini karena pelaku merasa sakit hati terhadap korban.

“Sakit hati terhadap korban karena korban dianggap sering melaporkan hal-hal yang dilakukan di regunya, yang mungkin negatif,” kata Tri saat konferensi pers di Mapolda DIY, Rabu (16/10/2024).

Baca Juga : Persis Kalah 0-2 di Solo, PSS Curi Poin Penuh

“Ada suatu hal yang tidak berkenan kemudian danrunya (korban) nggak mau diajak bersalaman,” tambahnya.

Sementara Kasubbid Penmas Polda DIY, AKBP Verena Sri Wahyuningsih, menambahkan bahwa pelaku yang merasa sakit hati kepada korban ini satu orang, yakni OF. Pelaku lainnya membantu melancarkan aksi. “Yang sakit hati satu, OF,” kata Verena.

Kini mereka dikenakan pasal 365 KUHP Jo 55, 56 KUHP atau Pasal 170 KUHP Jo Pasal 55, 56 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara. Kepada 3 pelaku yang merupakan anggota internal Damkar, Kepala Satpol PP Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, mengatakan mereka terancam dipecat.

“Status kepegawaiannya belum diberhentikan, tapi untuk status gajinya yang berhenti. Nanti kalau sudah vonis, vonis hukuman di atas 2 tahun, dia sudah diberhentikan,” kata Shavitri dikutip kumparan.

Diberitakan sebelumnya, insiden perampokan dan penganiayaan ini terjadi pada 13 September lalu sekitar pukul 02.30 WIB. Korban didatangi 6 orang pelaku saat sedang berjaga di kantor Pos Damkar Godean Sleman.

Para pelaku menodong korban korban dengan pistol air gun, mengancam korban dengan celurit, membekam dan menutup mulut korban dengan lakban perekat. Saat kondisi tersebut, korban dipukuli dan ditendang para pelaku kemudian barang-barang korban diambil para pelaku.

(Dra/nusantaraterkini.co).