nusantaraterkini.co, SURABAYA - Seorang ayah bernama Alim seketika emosi saat mendengar tangisan anaknya yang menanyakan keberadaan sang ibu.
Diketahui, istri Alim telah kabur sembilan bulan lalu usai ketahuan selingkuh bersama sepupunya bernama Rahem (45).
Merasa rumah tangganya hancur gara-gara Rahem, Alim pun mengambil celurit dan mendatangi rumah Rahem di Desa Tlanakan, Pamekasan, Jawa Timur.
Baca Juga : Bejat! Ayah dan Paman Perkosa Anak Kandung Selama 4 Tahun: Pelaku Ditangkap Bersama Dua Kerabatnya
Tiba di sana, keduanya pun terlibat perkelahian hingga akhirnya korban Rahem tewas seketika.
Kapolsek Tlanakan AKP. J. Tirto mengatakan, pembunuhan ini terjadi pada Rabu (17/7/2024) sekitar pukul 17.00 WIB. Ia menyebut, emosi pelaku memuncak saat anaknya menangis menanyakan keberadaan ibunya.
"Awal mula kejadian ketika itu anak pelaku menangis terus tanya ibunya yang telah minggat sembilan bulan lalu," terang Tirto, Kamis (18/7/2024).
Baca Juga : Kerusuhan di Papua Pegunungan: Mobil Dibakar, Ayah dan Anak Tewas Terpanggang
Tangisan sang anak membuat Alim lantas teringat perselingkuhan Rahem dengan istrinya. Sebab, dari situ lah istrinya minggat meninggalkan rumah dan membuat anaknya bersedih.
"Selanjutnya, pelaku langsung berangkat menemui Rahem di rumahnya mengendarai sepeda motor dan sebelumnya mengambil celurit yang waktu itu berada di lantai ditaruh pada sepeda motor," tutur Tirto.
Setiba di lokasi, lanjut Tirto, Alim lantas berteriak memanggil Rahem. Mendapat panggilan ini, Rahem lantas keluar. Keduanya lalu adu mulut dan bertengkar dengan tangan kosong.
Baca Juga : Wajah Emosi Bobby Nasution Menanggapi Tuntutan Cipayung Plus
"Lalu, korban Rahem mengambil pentungan kemudian pelaku Alim mengambil celurit yang berada di sepeda motor," ujar Tirto.
Mengetahui hal ini, Rahem lantas mencoba merebut celurit yang digenggam Alim. Hingga keduanya sama-sama terjatuh. Namun, saat itu, celurit gagal direbut oleh Rahem.
Alim yang kalap kemudian menyabetkan celurit tersebut ke tubuh bagian bahu kiri Rahem hingga terjatuh. Bukan berhenti, Alim kembali menyabetkan celurit bertubi-tubi. Tubuh Rahem pun ambruk tewas bersimbah darah.
Baca Juga : Emosi Bagian dari Manusia, Berikut Cara Memendamnya Agar Hidup Lebih Indah
Puas melampiaskan dendamnya, Alim selanjutnya mengamankan diri ke rumah kepala desa setempat. Dari sana, ia kemudian diamankan polisi dan dibawa ke Polres Pamekasan.
Peristiwa ini sempat membuat geger warga setempat. Dari hasil pemeriksaan, diketahui Rahem tewas mengenaskan dengan luka sabetan celurit di 14 titik.
"Korban mengalami luka pada kepala, lengan, paha, pipi dan rusuk kiri," tutur Tirto.
Tirto menambahkan, dari hasil pemeriksaan, antara Alim dan Rahem sendiri masih ada hubungan keluarga. Keduanya diketahui merupakan saudara sepupu.
"Bapaknya korban sama bapaknya pelaku kakak adik," tandas Tirto.
Sebelumnya, beredar video carok sadis di Pamekasan, Madura. Video berdurasi 19 detik itu menampilkan seorang pria yang ditikam pria lain menggunakan celurit.
Ternyata, dua pria dalam video merupakan warga Desa Tlanakan, Pamekasan. Dari informasi yang dihimpun, pelaku bernama Alim (42). Sementara korban adalah Rahem (45).
Dalam video, tampak Rahem sudah tidak berdaya usai berkelahi menghadapi Alim. Dengan sadis, pelaku terus menebas tubuh Rahem menggunakan celurit, meski korban sudah meringkuk kesakitan. Bahkan, terlihat di video saat Alim beberapa kali membacokkan celurit ke tubuh korban.
(Dra/nusantaraterkini.co)
