Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Taliban Matikan Internet Nasional Afghanistan, Warga Terputus dari Dunia Luar

Pemerintahan Taliban memutus akses internet berkecepatan tinggi dan jaringan telekomunikasi di seluruh Afghanistan. Kebijakan drastis ini diumumkan

Pemandangan umum menunjukkan antena telekomunikasi di tengah pemadaman telekomunikasi nasional di Kabul, Afganistan, Selasa (30/9/2025). (Foto: Wakil Kohsar/AFP)
Pemandangan umum menunjukkan antena telekomunikasi di tengah pemadaman telekomunikasi nasional di Kabul, Afganistan, Selasa (30/9/2025). (Foto: Wakil Kohsar/AFP)
A A

nusantaraterkini.co,  – Pemerintahan berkecepatan tinggi dan di seluruh Afghanistan. Kebijakan drastis ini diumumkan akan berlangsung tanpa batas waktu.

“Tidak ada lagi jalur komunikasi yang bisa digunakan. Sektor perbankan, bea cukai, hingga layanan publik di seluruh negeri otomatis lumpuh,” kata seorang pejabat .

Kondisi tersebut membuat warga benar-benar terisolasi. Aktivitas bisnis daring terhenti, sistem perbankan macet, hingga diaspora di luar negeri tak bisa lagi mengirim uang bagi keluarga mereka. Bahkan seluruh jadwal penerbangan di Bandara Kabul ikut dibatalkan.

Misi Bantuan untuk Afghanistan (UNAMA) menilai langkah ini sangat berbahaya. “Pemutusan akses membuat rakyat Afghanistan nyaris sepenuhnya terputus dari dunia luar. Situasi ini berpotensi menimbulkan kerugian besar, mengancam stabilitas ekonomi, dan memperparah salah satu krisis kemanusiaan terparah di dunia,” bunyi pernyataan UNAMA.

Kantor PBB pun menegaskan, pemadaman internet tersebut merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia. “Perempuan dan anak perempuan, yang selama ini sudah tersisih dari ruang publik, kini menjadi kelompok yang paling terdampak,” tegas pernyataan itu.

Sejak mengambil alih pemerintahan pada 2021, ini pertama kalinya Taliban total komunikasi digital. Di lapangan, dampaknya langsung terasa.

“Saya datang ke kantor pagi ini, tapi tidak bisa melayani transaksi apa pun. Klien tak bisa mengakses layanan perbankan, penarikan uang, atau otorisasi transfer,” kata seorang pegawai bank yang enggan disebut namanya.

Ia menambahkan, “Baru ketika hilang, kami sadar betapa vitalnya peran internet dalam kehidupan sehari-hari.”

Kantor pos pun berhenti beroperasi karena bergantung pada layanan bank. Sementara itu, Taliban menolak memberi akses bagi jurnalis asing yang ingin meliput ke Kabul. Pasukan keamanan bahkan harus kembali menggunakan radio untuk berkomunikasi di bandara dan kantor publik.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait