Taliban Matikan Internet Nasional Afghanistan, Warga Terputus dari Dunia Luar
Pemerintahan Taliban memutus akses internet berkecepatan tinggi dan jaringan telekomunikasi di seluruh Afghanistan. Kebijakan drastis ini diumumkan
nusantaraterkini.co, AFGHANISTAN – Pemerintahan Taliban memutus akses internet berkecepatan tinggi dan jaringan telekomunikasi di seluruh Afghanistan. Kebijakan drastis ini diumumkan akan berlangsung tanpa batas waktu.
“Tidak ada lagi jalur komunikasi yang bisa digunakan. Sektor perbankan, bea cukai, hingga layanan publik di seluruh negeri otomatis lumpuh,” kata seorang pejabat Taliban.
Kondisi tersebut membuat warga Afghanistan benar-benar terisolasi. Aktivitas bisnis daring terhenti, sistem perbankan macet, hingga diaspora di luar negeri tak bisa lagi mengirim uang bagi keluarga mereka. Bahkan seluruh jadwal penerbangan di Bandara Kabul ikut dibatalkan.
Misi Bantuan PBB untuk Afghanistan (UNAMA) menilai langkah ini sangat berbahaya. “Pemutusan akses membuat rakyat Afghanistan nyaris sepenuhnya terputus dari dunia luar. Situasi ini berpotensi menimbulkan kerugian besar, mengancam stabilitas ekonomi, dan memperparah salah satu krisis kemanusiaan terparah di dunia,” bunyi pernyataan UNAMA.
Kantor HAM PBB pun menegaskan, pemadaman internet tersebut merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia. “Perempuan dan anak perempuan, yang selama ini sudah tersisih dari ruang publik, kini menjadi kelompok yang paling terdampak,” tegas pernyataan itu.
Sejak mengambil alih pemerintahan pada 2021, ini pertama kalinya Taliban memutus total akses komunikasi digital. Di lapangan, dampaknya langsung terasa.
“Saya datang ke kantor pagi ini, tapi tidak bisa melayani transaksi apa pun. Klien tak bisa mengakses layanan perbankan, penarikan uang, atau otorisasi transfer,” kata seorang pegawai bank yang enggan disebut namanya.
Ia menambahkan, “Baru ketika internet hilang, kami sadar betapa vitalnya peran internet dalam kehidupan sehari-hari.”
Kantor pos pun berhenti beroperasi karena bergantung pada layanan bank. Sementara itu, Taliban menolak memberi akses bagi jurnalis asing yang ingin meliput ke Kabul. Pasukan keamanan bahkan harus kembali menggunakan radio untuk berkomunikasi di bandara dan kantor publik.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWAEmpat Anggota OPM Tewas dalam Kontak Tembak dengan TNI di Intan Jaya
hendra·22 menit yang lalu -
SUMUTWali Kota Binjai Lantik Sofyan Syahputra Siregar Jadi Kadis Pendidikan, 41 Kepala Sekolah Terima SK
hendra·55 menit yang lalu -
SUMSELKabut Asap Pekat, Enam Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Terdampak
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALKasus Korupsi Proyek, Kejati Sumsel Limpahkan Wabup PALI Nonaktif ke Kejari Palembang
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALUnik! Makam Kuno Era Romawi Berbentuk Piramida Ditemukan di Mesir
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KESEHATANWaspada! 27 Kasus Influenza A Terdeteksi di Medan dan Deliserdang
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel dan Bhayangkari Gelar Bakti Sosial di Pulau Borang Banyuasin
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KOTA MEDANSakit Hati Ditalak, Istri Laporkan Suaminya ke Poldasu
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOTarget Semifinal FIFA ASEAN Series, Habib Syarief Soroti Regenerasi dan Strategi Timnas
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
SUMSELDiselimuti Asap Karhutla, Kualitas Udara Palembang Kembali Masuk Zona Merah
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan