Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tak Hanya Sebagai Integrator NKRI, Bagi Prabowo-Gibran IKN Penunjuk Bahwa Indonesia Bukan Hanya Jawa

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran Budiman Sudjatmiko ketika menemui wartawan di The Dharmawangsa Jakarta, Jakarta Selatan, Rabu (20/12/2023). (Foto: Nanda Prayoga)

Tak Hanya Sebagai Integrator NKRI, Bagi Prabowo-Gibran IKN Penunjuk Bahwa Indonesia Bukan Hanya Jawa

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Budiman Sudjatmiko mengatakan, bagi Prabowo-Gibran Ibu Kota Nusantara (IKN) tak hanya sebagai integrator Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melainkan sebagai penunjuk bahwa Indonesia bukan hanya Jawa.

Baca Juga : Sikapi Situasi Kisruh Nasional, Aktivis 98 Resolution Network Dorong Bangun Dialog untuk Capai Resolusi Bersama

“IKN itu bagi Pak Prabowo (dan) Mas Gibran ini bukan sekedar integrator NKRI, (tetapi) untuk menunjukkan bahwa Indonesia bukan cuman Jawa, tapi juga Kalimantan,” kata Budiman kepada wartawan di The Dharmawangsa Jakarta, Jakarta Selatan, Rabu (20/12/2023).

Baca Juga : Budiman Sudjatmiko Tegaskan Dukung Prabowo Bentuk Rekonsiliasi untuk Ciptakan Posisi Sejarah

Lebih lanjut, Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming ini menyebutkan, bahwa IKN juga akan berperan sebagai agregator di NKRI.

“IKN nantinya sebagai wajah masa depan Indonesia, tapi kita juga tahu bahwa IKN itu harus didampingi oleh 9 kota lah. Nantinya IKN bersama 9 anggota lainnya, kota-kota yang ada, kerjasama dengan swasta, kita akan dorong menjadi kota-kota inovasi yang dibangun dari negara dan juga swasta,” jelasnya.

Baca Juga : Komisi V Dukung Ide Gentengisasi Prabowo: Lebih Indah dan Ramah Lingkungan

Selanjutnya, kata dia, IKN dengan kesembilan kota tersebut akan dijadikan sebagai pusat untuk hilirisasi digital.

Baca Juga : DPR Tekankan Perang Sampah Bukan Seremonial, Kepala Daerah Diminta Tunduk Instruksi Presiden

“Hilirisasi digital itu apa? hilirisasi digital adalah teknologi yang selalu kita pakai ini, ada aplikasi handphone kita, bukan cuman aplikasi handphone, tapi alatnya, ya handphonenya, laptopnya, itu juga harus buat apapun,” terangnya.

Selain itu Budiman juga menjelaskan bahwa IKN tak hanya tentang pembangunan istana negara, melainkan ada hal lain juga.

Baca Juga : Gibran Tinjau Langsung Pengungsi Longsor di Cisarua Bandung Barat

“Hal yang lucu, masa kita hanya membangun satu istana saja, enggak IKN bukan cuman tentang istana, IKN juga tentang anak-anak muda yang nanti berkreasi,” tuturnya.

Baca Juga : Catatan Akhir Tahun 2025, Firman Soebagyo Soroti Capaian dan Tantangan Pemerintahan Prabowo

Selanjutnya, mantan anggota DPR RI ini menyebutkan Papua bisa menjadi industri satelit, karena disebutkannya di Papua ada tempat peluncuran satelit radio yang bagus.

“Banyak negara mengincar wilayah itu karena itu jaraknya dekat sama kompor seluruh dunia, kemudian juga di Maluku, oseanografi, kemudian di Jawa tentang AI, seni konduktor di Sumatera , Kalimantan di IKN bisa tentang nerosains,” terangnya.

Hal itu semua menurut Budiman bisa menjadi sebuah jaring inovasi mengenai proyek Artificial dan teknologi biologi.

(mr6/nusantaraterkini.co)