Survei Indikator: Prabowo-Gibran Raih Angka Tertinggi Sebesar 48,55 Persen
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Survei Lembaga Indikator Politik Indonesia menyampaikan, Calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-cawapres) nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming kembali meraih angka tertinggi dengan 48,55 persen.
Baca Juga : Survei Populasi, 59 Ekor Macan Tutul Salju Tercatat di Huangnan Qinghai
Di tempat kedua ada Capres-cawapres nomor urut 01 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dengan angka 24,17 persen.
Baca Juga : Bukan dari APBD, Biaya Survei Gubernur Sumut ke Proyek Jalan Sipiongot Paluta Didanai Oleh Pengusaha
Kemudian di tempat ketiga ada Capres-cawapres nomor urut 03 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dengan angka 21,60 persen.
Sementara itu, teruntuk para responden yang memutuskan untuk tidak memilih, ada pada angka 5,68 persen.
Baca Juga : Kritik Keras Hensa Soal Danantara, dari Risiko Fiskal hingga Ancaman Elitisme Ekonomi
“Selisih (Anies-Muhaimin) tidak signifikan secara statistik dengan Ganjar-Mahfud, tapi Anies-Muhaimin berada di peringkat kedua,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam rilisnya, Sabtu (20/1/2024).
Baca Juga : Momen Hangat Presiden Prabowo dan Macron di Jamuan Malam Istana Élysée
Diketahui, survei ini dilakukan pada 10-16 Januari 2024 di seluruh provinsi di Indonesia melalui tatap muka dan telepon.
Teruntuk survei tatap muka, terdapat 1.200 sampel dengan menggunakan metode multistage random sampling. Adapun toleransi kesalahan pada margin of error berada kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca Juga : Gibran Tinjau Langsung Pengungsi Longsor di Cisarua Bandung Barat
Sedangkan, untuk survei melalui telepon, terdapat 1.221 sampel yang dipilih menggunakan metode random digit dialing (730 responden) dan double sampling (491 responden).
Baca Juga : Catatan Akhir Tahun 2025, Firman Soebagyo Soroti Capaian dan Tantangan Pemerintahan Prabowo
Terkait margin of error sama dengan survei tatap muka, berada kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
(mr6/nusantaraterkini.co)
