Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Suplai Senpi ke KKB, Satpam SMA di Sleman Ditangkap Polisi

Seorang Satpam SMA di Sleman berinisial AP ditangkap polisi karena terlibat dalam jaringan penyuplai senjata untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB)

Bagikan:
Satgas Damai Cartenz membongkar jaringan pemasok senpi dan amunisi untuk KKB. Selain 7 tersangka, Satgas juga menyita 17 pucuk senpi dan 3.573 butir amunisi. (Foto: Polda Papua)
Satgas Damai Cartenz membongkar jaringan pemasok senpi dan amunisi untuk KKB. Selain 7 tersangka, Satgas juga menyita 17 pucuk senpi dan 3.573 butir amunisi. (Foto: Polda Papua)
A A

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Seorang berinisial AP karena terlibat dalam untuk kelompok kriminal bersenjata () di . 

Dari pengungkapan ini, polisi berhasil menyita empat pucuk senjata api, yang terdiri dari M16 hingga SS1.

"Lalu kami lakukan penggeledahan terus ditemukan senjata api, empat pucuk senjata api," kata Dirreskrimum Polda DIY Kombes FX Endriadi dilansir detikJogja, Jumat (14/3/2025).

Baca Juga : Bocah 8 Tahun Diduga Dicabuli, Orang Tua Lapor Polisi

Endri menyebut AP dititipi beberapa pucuk senjata api oleh saudaranya dan kemudian ditetapkan DPO. Berdasar hasil penggeledahan ditemukan beberapa pucuk senjata dan amunisi.

"Senjata api jenis M16 satu, SS1 dua, satu mouser, dan 200-an amunisi peluru," ujarnya.

Dia melanjutkan pelaku ditangkap di Minggir, Sleman, pada Minggu (9/3/2025). Usai ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Polda DIY untuk dilakukan pemeriksaan awal dan selanjutnya diserahkan ke Polda untuk penanganan selanjutnya.

Baca Juga : Tampang 3 Pencuri Traffic Light di Kota Binjai: Ngaku Uang Hasil Curian tuk Beli Sabu dan Main Judi

"Nah setelah kami amankan kami interogasi awal, Polda Papua datang jam 10 malam kita serahkan, lalu sudah dirilis kemarin di Polda Papua. Kami rilis bersama," katanya.

Sebelumnya, Polda Papua menggagalkan penyelundupan 17 pucuk senjata api (senpi) dan 3.573 amunisi ilegal. Terungkap, senpi dan ribuan amunisi tersebut sedianya akan disuplai ke kelompok kriminal bersenjata () di Papua.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait