Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pengamat: Prabowo dan Jokowi Bisa Berhadapan di Pilpres Mendatang Jika Loyalis Dicopot

Reshuffle kabinet dan pencopotan loyalis Jokowi dinilai bisa jadi sinyal Prabowo dan Jokowi berhadapan di Pilpres

Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menyoroti reshuffle Kabinet Merah Putih, Jumat (2/10/2026). (Foto: Istimewa)
Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menyoroti reshuffle Kabinet Merah Putih, Jumat (2/10/2026). (Foto: Istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Direktur Rumah , Fernando Emas menilai, pergantian Kapolri maupun merupakan hal yang wajar dilakukan oleh seorang presiden sepanjang kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.

Menurutnya, setiap presiden tentu menginginkan jajaran kabinet yang memiliki loyalitas serta mampu menjalankan dan menyukseskan berbagai program pemerintahan.

โ€œSetiap presiden tentu menginginkan semua anggota kabinetnya orang-orang yang loyal dan menyukseskan semua programnya. Sehingga kalau ada anggota kabinet dianggap tidak loyal, sangat wajar kalau dicopot dan diisi oleh sosok yang dianggap lebih tepat,โ€ ujar Fernando kepada Nusantaraterkini.co, Jumat (2/10/2026).

Meski demikian, Fernando tidak menampik bahwa pergantian anggota kabinet juga dapat memiliki dimensi politik. Terlebih apabila terdapat menteri yang dinilai masih memiliki kedekatan atau loyalitas terhadap pemerintahan maupun pemimpin sebelumnya.

โ€œTidak bisa dipungkiri bahwa reshuffle dilakukan untuk kepentingan politik karena dianggap masih ada anggota kabinet yang dianggap loyal terhadap pemimpin sebelumnya,โ€ katanya.

Fernando kemudian menyinggung spekulasi mengenai hubungan politik Presiden dengan Presiden ke-7 RI .

Menurut dia, apabila benar terdapat anggota kabinet yang dicopot karena dianggap memiliki kedekatan dengan Jokowi, kondisi tersebut dapat menjadi indikasi adanya perubahan konfigurasi politik menjelang mendatang.

โ€œKalau memang anggota kabinet yang dicopot oleh Prabowo dianggap memiliki kedekatan dengan , berarti sudah hampir dipastikan bahwa keduanya akan berhadapan pada yang akan datang,โ€ ujarnya.

Fernando juga menyinggung informasi yang beredar mengenai kemungkinan Prabowo tidak lagi menggandeng Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres mendatang. Tapi, informasi tersebut masih merupakan bagian dari dinamika dan spekulasi politik yang berkembang.

Di sisi lain, Fernando mengaku tidak yakin apabila reshuffle yang dilakukan Prabowo semata-mata bertujuan untuk membersihkan Kabinet Merah Putih dari sosok-sosok yang memiliki kedekatan dengan Jokowi.

Ia menilai faktor kinerja dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan juga dapat menjadi pertimbangan utama dalam keputusan pergantian menteri.

โ€œSaya tidak yakin kalau reshuffle dilakukan oleh Prabowo untuk melakukan bersih-bersih terhadap anggota Kabinet Merah Putih yang memiliki kedekatan dengan Joko Widodo,โ€ kata Fernando.

Dia berpendapat, menteri yang dicopot bisa saja mendapat sorotan publik karena kinerjanya dinilai belum memenuhi harapan masyarakat. Terlebih, terdapat hasil survei dari sejumlah lembaga yang menunjukkan dinamika tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo.

โ€œ melakukan reshuffle karena anggota kabinet yang dicopot mendapatkan sorotan dan raport merah dari masyarakat. Sehingga belakangan kinerja dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo semakin buruk berdasarkan hasil beberapa lembaga survei,โ€ ujarnya.

Fernando menilai, apabila seorang menteri dianggap memiliki kinerja yang kurang baik dan mendapatkan sorotan publik, pergantian pejabat merupakan hal yang dapat dilakukan presiden sebagai bagian dari evaluasi pemerintahan.

โ€œSehingga sangat wajar kalau akhirnya para menteri yang berkinerja buruk dicopot oleh Prabowo Subianto,โ€ pungkasnya.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait