Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

DPR Desak Penyaluran BSU 2026 Tepat Sasaran dan Transparan

DPR meminta pemerintah transparan dan memperketat validasi data agar BSU 2026 tepat sasaran bagi pekerja

Anggota Komisi IX DPR Asep Romy Romaya. meminta pemerintah memastikan penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 tepat sasaran, transparan, serta dilengkapi mekanisme pengaduan yang mudah diakses pekerja, Jumat (2/10/2026). (Foto: Istimewa)
Anggota Komisi IX DPR Asep Romy Romaya. meminta pemerintah memastikan penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 tepat sasaran, transparan, serta dilengkapi mekanisme pengaduan yang mudah diakses pekerja, Jumat (2/10/2026). (Foto: Istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA โ€” Anggota Asep Romy Romaya menyambut baik rencana pemerintah menyalurkan (BSU) kepada pekerja pada kuartal IV 2026.

Namun, pemerintah diminta memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap daya beli pekerja.

โ€œKami menyambut baik rencana pemerintah kembali memberikan BSU. Dalam kondisi daya beli yang perlu dijaga, bantuan ini menjadi bantalan penting bagi pekerja untuk memenuhi kebutuhan harian,โ€ ujarnya, Jumat (2/10/2026).

Ia menyoroti rencana pemerintah mengalokasikan anggaran hampir Rp12 triliun untuk sekitar 13,3 juta pekerja terdampak. Setiap penerima disebut akan memperoleh BSU sebesar Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan, dengan total Rp900 ribu yang disalurkan secara bertahap.

Menurut Asep, pemerintah perlu terbuka sejak awal mengenai kriteria penerima, sumber data, hingga mekanisme verifikasi. Kejelasan aturan teknis dan kanal pengaduan juga dinilai penting untuk mencegah kebingungan masyarakat.

โ€œPemerintah perlu memberikan kepastian kriteria resmi dan jangan biarkan publik menggunakan asumsi tahun lalu. Kepastian informasi penting agar tidak terjadi simpang siur di lapangan,โ€ tegasnya.

Legislator asal Jawa Barat itu juga meminta validasi data kepesertaan aktif dan verifikasi batas upah penerima dilakukan secara ketat. Pencocokan data NIK dengan data kepesertaan harus akurat untuk mencegah kesalahan maupun penerima yang tidak memenuhi kriteria.

โ€œYang kita inginkan sederhana, bantuan benar-benar diterima pekerja yang berhak tanpa ada kebocoran. Jangan sampai ada buruh yang memenuhi syarat justru terlewat dari pendataan,โ€ katanya.

Selain itu, Asep mendesak Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan posko atau hotline pengaduan terpadu yang mudah diakses pekerja di berbagai daerah. Kanal tersebut dinilai penting untuk mempercepat penyelesaian kendala administrasi, termasuk persoalan penyaluran melalui perbankan.

โ€œPengawasan penyaluran BSU harus diperketat seiring besarnya anggaran yang dikucurkan negara. Kanal pengaduan publik harus disiapkan agar setiap masalah teknis penerima bisa diselesaikan cepat,โ€ ujarnya.

Asep menilai BSU tidak hanya berfungsi sebagai bantuan tunai bagi pekerja, tetapi juga dapat menjadi stimulus untuk menjaga konsumsi rumah tangga dan menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah.

โ€œBSU harus menjadi bagian dari skema besar menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga secara nasional. Dampak ekonomi BSU diharapkan berputar positif hingga ke tingkat pedagang kecil di akar rumput,โ€ pungkasnya.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait