Filep Wamafma Dorong Pembenahan Layanan BPJS Kesehatan
Filep Wamafma dukung arahan Presiden Prabowo benahi BPJS Kesehatan, atasi antrean panjang, dan faskes daerah 3T
Nusantaraterkini.co, JAKARTA โ Ketua Komite III DPD Filep Wamafma mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelayanan BPJS Kesehatan segera dibenahi, khususnya dalam memangkas antrean dan memastikan peserta BPJS mendapat pelayanan yang setara dengan pasien umum.
Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas di Istana Merdeka
Filep meminta BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan menerjemahkan arahan tersebut dalam langkah konkret yang dapat dirasakan masyarakat.
โSaya mendukung penuh arahan Presiden. Ukuran keberhasilan BPJS harus dapat dilihat dari masyarakat yang mendapatkan pelayanan cepat, bermutu, setara dan mudah diakses,โ kata Filep, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, persoalan pelayanan kesehatan di daerah jauh lebih kompleks. Masyarakat di wilayah kepulauan, terpencil, tertinggal dan Papua masih menghadapi keterbatasan dokter spesialis, kamar rawat, ICU, obat, alat kesehatan hingga sistem rujukan dan transportasi.
Filep menyoroti data Kementerian Kesehatan yang menunjukkan pada 2026 baru tiga dari sembilan kabupaten/kota di Provinsi Papua yang memenuhi indikator ketersediaan tujuh jenis dokter spesialis dan KJSU-KIA.
โKetika masyarakat memiliki kartu BPJS aktif, maka harus diikuti dengan ketersediaan pelayanan kesehatan. Jangan sampai peserta datang berobat tetapi dokter spesialis, obat, kamar atau fasilitas rujukan tidak tersedia,โ tegasnya.
Ia juga meminta tambahan dukungan Rp20 triliun bagi BPJS Kesehatan pada 2026 dapat diukur dampaknya terhadap kualitas pelayanan.
โJangan sampai anggaran sudah bertambah, tetapi antrean tetap panjang dan pasien masih kesulitan mendapatkan pelayanan. Setiap tambahan pembiayaan negara harus dapat ditelusuri dampaknya,โ ujarnya.
Filep mendorong BPJS dan Kementerian Kesehatan membuka data terkait waktu tunggu, ketersediaan dokter, obat, kamar, ICU, rujukan serta pengaduan pasien dan penyelesaiannya.
Ia menegaskan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPJS, rumah sakit dan fasilitas kesehatan harus bekerja dalam satu sistem untuk memastikan pelayanan JKN cepat, merata dan mudah diakses.
โKami mendukung arahan Presiden. Universal health coverage membutuhkan akses nyata, terutama layanan kesehatan yang cepat dan merata bagi masyarakat, termasuk di daerah 3T,โ pungkas Filep.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIReshuffle Kabinet Jadi Bayang-Bayang IHSG, Simak Proyeksi dan Rekomendasi Saham Hari Ini
hendra·Beberapa detik yang lalu -
INTERNASIONALPutra Mahkota Arab Saudi: Dunia Hadapi Krisis Energi di Tengah Ketidakpastian Global
Rozie Winata·15 menit yang lalu -
SEPAKBOLAOle Romeny Ungkap Duel Kontra Bangladesh Jadi Laga Paling Emosional Sepanjang Kariernya
Rozie Winata·24 menit yang lalu -
-
KESEHATANRSU Haji Medan Tegaskan Komitmen Tanpa Diskriminasi: Pasien BPJS dan Umum Dilayani Setara
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NASIONALSarmuji Jadi Menteri Perindustrian, Eva Monalisa: Program Strategis Harus Dikebut, Jangan Terputus
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANKomda Sumut-NAD PMKRI : Informasi Tuan Rumah Rakernas PMKRI di Cabang Medan Pembohongan Publik
Fadli Tara·8 jam yang lalu -
ENTERTAIMENTNonton Perdana 'Jamin Setia Selamanya', Rico Waas Apresiasi Djamin Ginting
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
KESEHATANKasus Influenza A Naik, Dinkes Medan Siagakan Faskes
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Narkoba
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan