Filep Wamafma Soroti DTSEN KIP Kuliah 2026: Jangan Sampai Mahasiswa Putus Kuliah
Filep Wamafma soroti KIP Kuliah 2026, akurasi DTSEN dan kuota penerima. Ia meminta evaluasi agar mahasiswa miskin tidak putus kuliah.
Nusantaraterkini.co,ย JAKARTA โ Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026, khususnya terkait akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan kecukupan kuota penerima.
Filep menilai ketidaksesuaian data DTSEN dengan kondisi ekonomi riil masyarakat dapat membuat mahasiswa yang seharusnya menerima bantuan kehilangan haknya. Bahkan, kondisi tersebut berpotensi mengganggu keberlanjutan studi hingga menyebabkan putus kuliah.
โJika DTSEN tidak cukup mewakili kondisi ekonomi yang sebenarnya, maka kandidat ataupun mahasiswa yang seharusnya mendapatkan KIP Kuliah bisa kehilangan haknya. Ketika bantuan terhenti, risikonya bukan hanya tidak menerima beasiswa, tetapi bisa meningkat menjadi putus kuliah,โ kata Filep, Jumat (2/10/2026).
Ia menyoroti data SNBT 2026. Dari 86.118 pendaftar KIP Kuliah yang lulus SNBT, hanya 39.662 dinyatakan layak, sedangkan 46.456 lainnya belum memenuhi kriteria. Sebanyak 2.656 mahasiswa di antaranya belum memiliki desil kesejahteraan DTSEN sehingga harus diverifikasi dan divalidasi perguruan tinggi.
โAngka 2.656 itu menunjukkan persoalannya bukan selalu mahasiswa tidak mampu atau mampu, tetapi bisa juga karena data kesejahteraannya belum tersedia atau belum mencerminkan kondisi aktual,โ ujarnya.
Filep juga meminta distribusi kuota KIP Kuliah mempertimbangkan karakteristik daerah, terutama wilayah 3T seperti Papua yang memiliki biaya transportasi dan hidup lebih tinggi.
Menurutnya, pemerintah perlu membuka data kebutuhan dan kuota KIP Kuliah hingga tingkat provinsi agar kesenjangan dapat diketahui.
Filep mendorong tiga langkah, yakni mempercepat pemutakhiran DTSEN, menyediakan verifikasi faktual di daerah untuk kasus tertentu, serta membuka data rasio kebutuhan dan kuota per provinsi.
โKIP Kuliah harus memastikan anak miskin bisa masuk kuliah, berlanjut studinya hingga lulus. Jangan sampai persoalan DTSEN, keterbatasan kuota, dan kesenjangan kebutuhan daerah justru menjadi pintu masuk baru meningkatnya kasus putus kuliah,โ tandas Filep.ย
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALHendak Terbang ke Kuala Lumpur, Penumpang Bawa 700 Gram Emas Digagalkan Bea Cukai
hendra·5 menit yang lalu -
NEWSFilep Wamafma Soroti DTSEN KIP Kuliah 2026: Jangan Sampai Mahasiswa Putus Kuliah
hendra·28 menit yang lalu -
NEWSKasus Lapas Cibinong, Pangeran Khairul Saleh Minta Pengunduran Diri Dirjenpas Ditangguhkan
hendra·49 menit yang lalu -
SUMSELGubernur Sumsel Bakal Perluas Kolam Retensi untuk Atasi Banjir Simpang Polda Jelang Musim Hujan
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSFormappi Soroti Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran: Kini Lebih Tepat Disebut Kabinet Kompromi
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALDitawar Rp300 Ribu untuk Seks, Pria di Labura Bunuh Pasangan Sesama Jenis: Satu Pelaku di Bawah Umur
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSTak Banyak yang Tahu, Kapolri Suyudi Ario Seto Pernah Pamer Aksi Debus Bengkokkan Golok
hendra·2 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Turun Tipis ke Rp2.576.000 Per Gram, Perak Naik Menjadi Rp40.750
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
EKONOMIDPR Desak BI Perketat Keamanan QRIS dan Lindungi 65 Juta Pengguna dari Kejahatan Siber
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
POLITIKPengamat: Prabowo dan Jokowi Bisa Berhadapan di Pilpres Mendatang Jika Loyalis Dicopot
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan