Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

Subsektor Perkebunan Melesat, NTP Sumsel September 2026 Naik 4,09 Persen

NTP Sumsel September 2026 naik 4,09% menjadi 156,67. Subsektor perkebunan memimpin kenaikan, didorong komoditas karet dan kelapa sawit.

BPS Sumsel sebut NTP Provinsi Sumsel pada September 2026 mencatatkan tren positif dengan mengalami kenaikan sebesar 4,09 persen menjadi 156,67 dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 150,53. (foto: tia/nusantaraterkini.co)
BPS Sumsel sebut NTP Provinsi Sumsel pada September 2026 mencatatkan tren positif dengan mengalami kenaikan sebesar 4,09 persen menjadi 156,67 dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 150,53. (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co,ย PALEMBANG - Badan Pusat Statistik (BPS) meyebut Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sumatera Selatan pada September 2026 mencatatkan tren positif, yakni mengalami kenaikan sebesar 4,09 persen menjadi 156,67 dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 150,53.

Kenaikan tingkat kesejahteraan petani tersebut didorong oleh lonjakan Indeks yang Diterima Petani (It) sebesar 4,42 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan peningkatan Indeks yang Dibayar Petani (Ib) yang hanya naik 0,32 persen.

Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto menyampaikan jika pertumbuhan positif angka NTP pada September 2026 ditopang oleh penguatan di hampir seluruh subsektor pertanian.

โ€œKenaikan NTP September 2026 dipengaruhi oleh naiknya NTP pada hampir semua subsektor,โ€ ujar Wahyu, Selasa (20/10/2026).

BPS mencatat kenaikan NTP tertinggi terjadi pada subsektor tanaman sebesar 4,99 persen, disusul hortikultura 0,95 persen, tanaman pangan 0,57 persen, perikanan tangkap 0,04 persen, dan peternakan 0,01 persen.

Sebaliknya, penurunan NTP tercatat pada subsektor perikanan secara umum yang terkoreksi 0,21 persen serta perikanan budi daya yang turun 0,61 persen.

Sejumlah komoditas unggulan menjadi penyumbang utama lonjakan pendapatan petani, di antaranya karet, kelapa sawit, gabah, cabai merah, ayam ras pedaging, kakao, ketela pohon, lada, pepaya, hingga jagung.

Di sisi lain, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Sumsel pada September 2026 mengalami kenaikan tipis sebesar 0,37 persen dari 131,86 menjadi 132,34.

Kenaikan IKRT tersebut dipicu oleh peningkatan indeks pada sebagian besar kelompok pengeluaran, terutama sektor transportasi sebesar 0,53 persen serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,50 persen.

Sektor lain yang turut naik meliputi kesehatan (0,37%), rekreasi (0,12%), restoran (0,08%), pemeliharaan rumah tangga (0,06%), pakaian (0,04%), serta informasi dan jasa keuangan (0,04%).

Adapun penurunan indeks pengeluaran hanya terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,31 persen serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar sebesar 0,03 persen.

โ€œPeningkatan indeks konsumsi rumah tangga ini dipicu oleh naiknya sebagian besar kelompok pengeluaran di tingkat petani,โ€ katanya.

Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Sumsel September 2026 juga melesat 4,28 persen menjadi 156,34 dibandingkan bulan sebelumnya.

Lompatan NTUP dipengaruhi oleh kenaikan indeks penerimaan petani (4,42%) yang jauh melampaui kenaikan indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) yang hanya tumbuh 0,13 persen.

Kenaikan NTUP tertinggi juga didorong oleh subsektor sebesar 5,26 persen dan hortikultura 1,21 persen, sedangkan NTUP perikanan budi daya terkontraksi 0,57 persen.

โ€œPeningkatan NTUP ini menunjukkan efisiensi usaha pertanian di Sumsel membaik karena penerimaan petani naik lebih tinggi dibanding biaya produksi,โ€ pungkasnya.ย 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait