Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Gabah Sumsel Diburu Pedagang Luar Daerah di Atas HPP, Herman Deru: Ini Menguntungkan Petani

Pedagang luar daerah memburu gabah Sumsel dengan harga hingga Rp7.700 per kg. Herman Deru menilai persaingan harga menguntungkan petani.

Gubernur Sumsel, Herman Deru saat diwawancarai di Griya Agung Palembang, Rabu (23/9/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Gubernur Sumsel, Herman Deru saat diwawancarai di Griya Agung Palembang, Rabu (23/9/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Persaingan penyerapan gabah di Sumatera Selatan semakin ketat menyusul masuknya pedagang dan penggilingan dari luar daerah yang membeli gabah petani lokal dengan harga di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Kondisi tersebut terjadi di tengah peningkatan produksi padi Sumsel. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 September 2026, produksi padi Sumsel periode Januari–Agustus 2026 tercatat meningkat 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Gubernur Sumsel, Herman Deru menyampaikan jika persaingan harga di atas HPP pada dasarnya memberikan keuntungan langsung bagi para petani, sementara hal yang patut diwaspadai justru ketika gabah dibeli di bawah HPP.

“Kalau dia di atas Rp 6.500, artinya HPP kita Rp 6.500, dan ada yang menawarkan lebih tinggi dari situ tentu menguntungkan petani,” ujar Deru, Kamis (24/9/2026).

Deru mempertanyakan pihak yang mengeluhkan masuknya pembeli dari luar daerah, serta meminta agar persaingan harga tersebut disikapi secara objektif oleh pedagang lokal.

“Pertanyaannya, kenapa pembeli dari luar sanggup harga lebih tinggi? Apakah pembeli dari luar cukup dengan untung tipis, sementara kita mau untungnya besar?,” katanya.

Meski demikian, dirinya menekankan pentingnya peran Perum Bulog sebagai penyeimbang agar penyerapan gabah tetap berjalan dan harga di tingkat petani tetap wajar.

Ia juga menyoroti adanya perbedaan tingkat rendemen hasil penggilingan gabah di sejumlah wilayah Sumsel yang perlu ditelusuri.

“Kenapa di salah satu wilayah lain di Sumatera Selatan ini ada yang 49 persen, 48 atau 49 persen? Kok ada beda? Sementara padi kita kualitasnya sama,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Bambang Pramono memastikan jika kondisi produksi beras di Sumsel masih dalam status aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Ia menyebut jika kebutuhan konsumsi beras penduduk Sumsel yang hampir mencapai 9 juta jiwa berkisar di angka 72 ribu ton per bulan atau sekitar 850 ribu ton per tahun. Sementara, produksi beras tahun sebelumnya mencapai sekitar 2,1 juta ton.

“Meski sebagian gabah diserap pedagang dari luar daerah, produksi Sumsel masih mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat,” terangnya.

Bambang menjelaskan jika pedagang dari luar seperti dari Sumatera Barat mampu membeli gabah petani Sumsel dengan harga di kisaran Rp 7.500 hingga Rp 7.700 per kilogram, jauh di atas HPP Rp 6.500 per kilogram, karena memiliki pasaran harga beras yang lebih tinggi di daerah asal mereka.

“Pedagang-pedagang dari luar Sumatera Selatan itu masih mampu membelinya karena mereka punya harga jual yang lebih tinggi,” pungkasnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru