Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

Elektabilitas Prabowo Turun Signifikan, Dedi Mulyadi Melesat ke Posisi Puncak Versi SMRC

Survei SMRC Oktober 2026: Elektabilitas Prabowo anjlok, Dedi Mulyadi melesat ke posisi puncak

Presiden Prabowo Subianto bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: dok istimewa)
Presiden Prabowo Subianto bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: dok istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN -ย Saiful Mujani Research and Consulting () merilis hasil survei terbaru mereka bertajuk " Presiden Prabowo".

Survei ini menunjukkan adanya pergeseran peta dukungan politik secara drastis dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Berdasarkan survei yang dilaksanakan pada 1โ€“10 Oktober 2026, tingkat keterpilihan Presiden petahana mengalami penurunan tajam. Dalam simulasi semi terbuka dengan 24 tokoh, elektabilitas Prabowo yang sebelumnya berada di angka 34,9 persen pada November 2025, kini merosot drastis menjadi 9,8 persen.

Posisi puncak kini direbut oleh Gubernur Jawa Barat dengan perolehan elektabilitas tertinggi sebesar 35,5 persen. Kemudian peringkat kedua diikuti Anies Baswedan. Berikut urutannya:

1. : 35,5%

2. Anies Baswedan: 10,3%

3. : 9,8%

4. Gibran Rakabuming Raka: 8,4%

5. Purbaya Yudhi Sadewa: 5,0%

6. Ganjar Pranowo: 5,0%

7. Tokoh lainnya: Di bawah 6,0%

8. Belum menentukan pilihan (Undecided): 13,9%

Hasil survei pemilihan kepada calon presiden simulasi semi terbuka oleh SMRC. (Foto: istimewa)
Hasil survei pemilihan kepada calon presiden simulasi semi terbuka oleh SMRC. (Foto: istimewa)

Direktur Eksekutif , Deni Irvani menyampaikan, terjadi pembalikan posisi yang sangat mencolok antara Prabowo dan Dedi Mulyadi. Setahun lalu, Prabowo masih memimpin di angka 34,9 persen sementara Dedi berada di posisi 19,7 persen.

"Pada Februari hingga Maret 2026, Prabowo masih bertahan di angka 33,3 persen. Namun, angka itu anjlok menjadi 14,5 persen pada Juli 2026, dan kian merosot ke 9,8 persen pada Oktober 2026. Sebaliknya, pada rentang waktu yang sama, elektabilitas Dedi Mulyadi terus menanjak hingga menyentuh 35,5 persen," papar Deni dalam kanal YouTube SMRC TV dikutip, Sabtu (17/10/2026).

Deni juga memaparkan temuan serupa dalam simulasi head-to-head (dua nama). Jika pemilihan presiden hanya mempertemukan Dedi Mulyadi dan Prabowo Subianto, Dedi mendulang dukungan masif hingga 69,3 persen, meninggalkan Prabowo di angka 18,8 persen, dengan 12 persen responden memilih bungkam atau belum menentukan sikap.

Dinamika tersebut berbalik secara ekstrem dalam tujuh bulan terakhir. Pada survei Februariโ€“Maret 2026, Prabowo masih unggul dengan 50,5 persen berbanding 42,6 persen milik Dedi. Memasuki Juli 2026, keunggulan berpindah tangan, di mana Dedi melesat ke 59 persen dan Prabowo merosot ke 28,3 persen, hingga akhirnya melebar pada Oktober ini.

"Dalam kurun waktu tujuh bulan, dukungan terhadap Prabowo dalam simulasi head-to-head terkikis hampir 32 poin, sementara elektabilitas Dedi Mulyadi melonjak hampir 27 poin," jelasnya.

Dalam pres rilisnya, SMRC menyampaikan, survei nasional ini sendiri digelar untuk mengukur dampak penurunan kepuasan publik terhadap kepemimpinan Prabowo sebagai petahana, khususnya dalam konteks spekulasi pencalonan kembali di pilpres.

SMRC sebelumnya juga mencatat evaluasi publik yang cenderung negatif terhadap berbagai sektor mulai dari kondisi sosial-ekonomi hingga program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sepanjang tahun kedua masa pemerintahan.

Catatan Metodologi Survei

Adapun populasi survei ini adalah Warga Negara Indonesia yang memiliki hak pilih (usia 17 tahun ke atas atau sudah menikah). Kemudian sampel dibagi menjadi dua subpopulasi (pemilik ponsel dan non-pemilik ponsel).

Sementara jumlah responden, total 1.213 responden (1.013 responden via telepon dengan double sampling dan 200 responden via wawancara tatap muka menggunakan stratified multistage random sampling). Sedangkan tingkat kepercayaan sebesar 95% dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

(*/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait