Nusantaraterkini.co, ACEH – Duka belum benar-benar pergi dari Aceh Tamiang. Setelah banjir bandang mereda, yang tersisa hanya hamparan lumpur tebal yang menelan rumah, jalan, dan harapan warga. Di Desa Pantai Perlak, Kecamatan Sekerak, warga harus mengarungi lumpur setinggi betis setiap kali ingin keluar mencari bantuan.
Muhammad Ridwan, salah satu warga yang selamat, masih mengingat bagaimana desanya nyaris lenyap dari peta.
“Air naik begitu cepat, sampai menutup atap rumah. Desa kami seperti hilang disapu banjir. Semua rumah rata,” ujarnya dengan suara bergetar, Rabu (10/12/2025).
Baca Juga : Sekolah Darurat PEP Rantau, Ruang Pulih Trauma bagi Anak Pascabanjir
Kini, genangan air memang surut, tetapi lumpur setinggi 50 sentimeter menguasai seluruh permukiman. Tidak ada kendaraan yang bisa masuk, sepeda motor maupun mobil tenggelam dalam kubangan tebalnya lumpur.
“Kalau mau ke desa, harus jalan kaki. Tidak ada pilihan lain,” kata Ridwan.
Dalam kondisi memprihatinkan ini, warga tak bisa hanya menunggu bantuan datang. Posko bantuan berada di wilayah yang masih dapat dilalui kendaraan, sementara desa mereka terisolasi.
Baca Juga : RSUD Muda Sedia Perlahan Pulihkan Layanan Kesehatan Masyarakat Aceh Tamiang Pascabanjir
“Kalau kami menunggu, bisa tidak makan. Makanya kami pergi sendiri ke posko, mengambil bantuan, dan memikulnya pulang ke desa,” tuturnya.
Ridwan dan sebagian warga kini bertahan di Posko Palang Merah yang disiapkan pemerintah, berharap kondisi segera membaik.
Rumah Terseret Arus, Menutup Jalan Desa
Baca Juga : 3.719 Relawan Kesehatan Dikerahkan ke Aceh, Layani Ribuan Posko Pengungsian Pascabencana
Bencana juga meninggalkan kisah tak biasa di Kelurahan Bukit Temperung, Kecamatan Kota Kualasimpang. Sebuah rumah warga dilaporkan bergeser hingga menutup badan jalan usai dihantam derasnya arus banjir.
“Rumahnya pindah posisi. Sekarang tepat berada di atas jalan. Sepertinya terseret air waktu banjir besar,” ungkap seorang warga setempat.
Rumah tersebut kini menjadi bukti lain betapa dahsyatnya banjir yang meluluhlantakkan Aceh Tamiang.
Baca Juga : Target 15 Ribu Hunian dalam 3 Bulan, Presiden Prabowo Pantau Progres Rumah Danantara di Aceh Tamiang
(Dra/nusantaraterkini.co).
