Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Suami Tikam Istri hingga Tewas di Medan Area, Ini Kata Kepling

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Bagus Kurniawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
TKP Suami Tikam istri hingga tewas di Jalan Wahidin Lama, Pandau Hulu II, Medan Area, Rabu (11/6/2025) sekitar Pukul 22.15 WIB. (Foto: Bagus Kurniawan/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Suami Tikam istri hingga tewas di Jalan Wahidin Lama, Pandau Hulu II, Medan Area, Rabu (11/6/2025) sekitar Pukul 22.15 WIB.

Diketahui seorang istri bernama Alien yang hanya tinggal bersama suaminya di rumah berdua.

Baca Juga : Program Empowering Kepling Jadikan Medan Kota Pertama di Indonesia dalam Perluasan Perlindungan Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan

Amatan Nusantaraterkini.co, pada Pukul 14.00 WIB, tampak di TKP sudah dibatasi oleh garis polisi.

Baca Juga : Firman Gea Bantah Dugaan Pungli Terkuak Akibat Pemecatannya dari Kepling Budi Luhur

Kepala Lingkungan IX Kelurahan Pandau Hulu, Rosmawati mengaku tidak begitu tahu terjadi keributan masalah rumah tangga tersebut. 

"Saya kurang tahu juga namun mungkin masalah rumah tangga, karena mereka juga suami dan istri dan hanya tinggal berdua di rumah ini," ucapnya saat ditemui di TKP pada Kamis (12/6/2025) Pukul 14.00 WIB.

Ia mengatakan suaminya melakukan penusukan kepada istrinya, dan pada saat di TKP korban belum meninggal dunia. 

"Ditusuk bagian perutnya, hingga bersimbah darah dan sempat dikunci juga istrinya mungkin disitulah ditusuk suaminya, dan pada saat itu belum meninggal, mungkin karena tidak tahan lagi ketika dirujuk ke rumah sakit, di situ korban meninggal," jelasnya.

Rosmawati mengatakan bahwa mereka mengontrak rumah, dan bukan bagian dari warganya.

"Mereka warga Denai kalau tidak salah, lihat dari KTP nya, mereka mengontrak sudah enam tahun di sini, dan yang saya tahu istrinya ini kerja di bagian panti sosial dan bakti sosial dan suaminya tidak bekerja," tuturnya.

Sementara itu saksi warga sekitar, Alin (38) mengatakan adanya keributan pada Pukul 22.00 WIB.

"Saya mendengar dan pada saat itu saya di kamar, saya mengatakan kepada anak saya suara apa itu, terus anak saya menjawab mungkin ribut masalah keluarga," ucapnya.

Alin kaget pada keesokan harinya, ternyata ada pembunuhan yang terjadi. 

"Awalnya saya biarin saja cuma semakin keras seperti suara botol dan piring pecah, dan Pukul 03.00 WIB polisi sudah ramai berdatangan," pungkasnya.

(cw2/nusantaraterkini.co)