Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Soal Kabinet Gemuk, Pengamat: Konsekuensi Politik Akomodasi Prabowo

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Prabowo Subianto. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pengamat Politik Universitas Al Azhar Ujang Komarudin memprediksi jika Kabinet Pemerintahan Prabowo-Gibran akan menjadi gemuk sebagai konsekuensi adanya politik akomodasi yang dibawa Prabowo.

Hal ini disampaikan Ujang menyikapi komposisi kabinet nanti dalam satu Kementerian atau Badan akan dikepalai lebih dari satu orang.

Baca Juga : Diisukan Jadi Kepala BRIN, Arif Satria Pakai Jas dan Dasi Biru ke Istana  

"Ini konsekuensi dari akomodasi politik powerstering banyak kepentingan baik dari parpol, baik ahli atau profesional dari loyalis prabowo, timses, relawan Prabowo-Gibran saking banyaknya. Dan jangan lupa ada akomodasi juga dari orang-orangnya Jokowi sehingga menjadi kabinet super gemuk yang harus diterima," tegasnya kepada Nusantaraterkini.co, Rabu (16/10/2024).

Baca Juga : Delapan Menteri Teknis Berkinerja Buruk, Raja Juli Nomor Dua

Ujang menilai politik merangkul dan mengakomodasi banyak kepentingan dalam konteks tersebut sah-sah saja dan tidaklah haram. Tapi, nanti publik pastinya ada pertanyaan dari masyarakat akan seperti apa format kabinet apakah hal tersebut bisa memboroskan anggaran.

"Ini semua bagian kosenkuensi politik, tinggal rakyat atau masyarakat yang akan mengawasi itu semua. Dan kita tunggu 100 hari kerja mereka sudah dilantik dan bekerja kita lihat apakah benar efektif serta bisa mensejahterakan rakyat atau sebaliknya," tandasnya.

Baca Juga : Misi Asta Cita, USU Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan

(cw1/Nusantaraterkini.co)