nusantaraterkini.co, MEDAN - Pemerintah Indonesia bakal mengubah seluruh program bantuan sosial (bansos) masyarakat miskin menjadi program pemberdayaan masyarakat dengan modal usaha.
Progam ini rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2025 mendatang.
"Kita malah ingin mengubah itu semua menjadi program-program pemberdayaan. Program-program pemberdayaan akan menjadi modal usaha rakyat miskin," kata Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, Kamis (28/11/2024).
Baca Juga : Stimulus Lebaran 2026: Pemerintah Kucurkan Rp12,8 Triliun demi Dongkrak Konsumsi Domestik
Budiman menyebut, bansos akan dikurangi dengan cara diubah alokasinya. Kendati begitu, kata Budiman, skemanya bakal tetap dalam bentuk subsidi.
"Iya, kita alokasikan, realokasi. Tetap bentuknya adalah untuk rakyat, subsidi, tapi alokasi. Kan gini, orang-orang yang sudah bertahun-tahun kan harus graduasi, harus dilepaskan dari kemiskinan," tuturnya.
Budiman juga menyebut Prabowo menargetkan kemiskinan ekstrem bisa diatasi dalam dua tahun.
Baca Juga : Firman Soebagyo Apresiasi Pemerintahan Prabowo atas Penguatan Mitigasi Bencana di Sumatra
BP Taskin menjelaskan skema pengentasan kemiskinan, saat ini kemiskinan ekstrem berada di angka 0,8 persen. Kata Budiman, di tahun 2026 angka kemiskinan ekstrem harus berada di angka 0 persen.
"Sekarang kan kemiskinan ekstrem 0,8 persen. dua tahun lagi harus jadi 0 persen. kemudian kemiskinan itu 9 persen nanti tahun 2029 jadi 5 persen itu target dari pemerintah," jelasnya.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Sambut Imlek 2026, Kapolres Pematangsiantar Hadiri Pemberian Bansos ke Warga
