Siaga Arus Balik, Politikus Gerindra Sarankan Pemerintah Urai Penumpukan di Bakauheni
politikus Partai Gerindra Fary Francis memberikan warning agar kesiap-siagaan aparatur tetap tinggi
Siaga Arus Balik, Politikus Gerindra Sarankan Pemerintah Urai Penumpukan di Bakauheni
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Menjelang puncak arus balik mudik Lebaran yang diperkirakan jatuh pada tanggal 14-15 April 2024, politikus Partai Gerindra Fary Francis memberikan warning agar kesiap-siagaan aparatur tetap tinggi.
Ia juga mengimbau para pemudik untuk melakukan persiapan secara baik tidak hanya kendaraan, tetapi juga memperhatikan kondisi fisik. Ini penting untuk menghindari kecelakaan yg tidak diinginkan.
"Pemerintah dalam kolaborasi antar instasi serta pemerintah daerah dan swasta telah menyediakan banyak tempat-tempat perisitarahan jangan berkendara dalam keadaan ngatuk atau kelelahan, ada banyak tempat-tempat istirahat yang disediakan. Patuhi rambu-rambu lalulintas, utamakan keselamatan. Pemudik yang pakai motor bisa cek dan recek prediksi keadaan cuaca sepanjang jalan sebelum berangkat di aplikasi yang disediakan BMKG, supaya persiapannya lebih baik" ujarnya, Jumat (12/4/2024).
Selain itu dia juga meminta agar Kementerian Perhubungan melakukan pemanfaatan pelabuhan-pelabuhan penyeberangan lain di seputar pulau Jawa dan Sumatera untuk dapat melayani arus balik sekaligus mengurai potensi penumpukan Merak-Bakaheuni yang sudah menjadi persoalan klasik.
"Kalo kita bisa mengoptimalkan pelabuhan-pelabuhan lain untuk juga mengangkut penyeberangan jawa sumatra dngan model roro, itu sangat mengurai problem penumpukan selama ini, sekaligus lebih murah biayanya. Ini juga bisa menjadi model pengangkutan logistik nasional yang saat ini terlalu mahal karena berorientasi darat," katanya.
Lebih lanjut Fary juga mengajak Pemerintah untuk melakukan perbaikan-perbaikan secara berkelanjutan tentang pelayanan mudik yang ceria bagi masyakat.
Ia memandang, memindahkan masyakat sebanyak 193,6 juta orang dalam tempo 2-4 hari seperti saat ini adalah problem serius, sebuah tantangan pelayanan masyarakat yang tinggi.
Karena, tambahnya, bersifat tetap setiap tahun, maka menjadi lebih baik jika ada kelembagaan tetap yang terkoordinir antar instansi sehingga lebih sigap, lebih efisien, dan perbaikan-perbaikan yang bersifat berkelanjutan menjadi lebih mudah dan terukur.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS25,16 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Gratis Saldo Rp50 Ribu, Ini Syarat dan Jadwalnya
hendra·5 jam yang lalu -
-
-
HUKUM DAN KRIMINALKencan Pertama Berujung Apes, Mahasiswa di Tangerang Kehilangan Motor Usai Kenalan Wanita di Instagram
hendra·6 jam yang lalu -
NEWSPPMSU Siapkan Aksi ke Kafe Satuan.co Binjai, Oza Hasibuan Sebut Acara Halloween Tak Miliki Izin
hendra·7 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALKejagung Geledah 6 Lokasi Kasus Korupsi Tambang Nikel Sultra, Sita Uang Rp11,8 Miliar
hendra·8 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKetua DPD Terima Delegasi Tatarstan, Jajaki Peluang Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia
Fadli Tara·8 jam yang lalu -
SUMSELDPR RI Soroti Rendahnya Penyerapan KUR di Sumsel dan Dorong Percepatan Kawasan Industri
hendra·9 jam yang lalu -
NEWSBobby Nasution Diminta Hentikan Sementara Proyek Turap Sungai di Tapteng, Besi Berkarat Jadi Sorotan
hendra·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan