Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Sepanjang 2023, Penjualan Listrik PLN Naik 5,32 Persen

Editor:  Akbar
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (CNBCIndonesia)

Sepanjang 2023, Penjualan Listrik PLN Naik 5,32 Persen

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Sepanjang tahun 2023, PT PLN (Persero) mencatat pertumbuhan penjualan listrik mengalami kenaikan sebanyak 5,32 persen.

Sepanjang 2023, ada kenaikan penjualan listrik menjadi 285,23 Terrawatt hour (TWh) atau tumbuh sekitar 5,32 persen year on year (yoy) dari tahun 2022 yakni sebesar 270,82 TWh.

Baca Juga : Gubernur Sumsel Belum Beri Izin Permohonan Diskresi Angkutan Batubara ke PLTU Bengkulu

Hal itupun dibenarkan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. Ia mengaku segmen bisnis menjadi satu penopang utama dengan pertumbuhan mencapai 12,53 persen. Sementara, segmen industri menjadi penyumbang penjualan listrik terbesar dengan 30,72 persen dari total energi jual.

“Dari yang dulunya stagnan, backward looking, dan hanya berorientasi pada supplay, sekarang menjadi pengembangan bisnis yang ekspansif dinamis, forward looking, berorientasi pada demand dan kepuasan pelanggan,” kata Darmawan Prasodjo, Minggu (14/1/2024).

Capaian positif pada tahun 2023 kemarin, katanya dilansir dari CNBCIndonesia pada Minggu (14/1/2024) ditopang melalui strategi ekstensifikasi yang dilakukan oleh perseroan. Melalui strategi ini, akunya, PLN menciptakan demand listrik baru yang merespons kebutuhan listrik di seluruh penjuru tanah air.

Baca Juga : Hore! PLN Berhasil Pulihkan 100% Kelistrikan Bali, Seluruh Pelanggan Kembali Menyala

PLN Miliki Strategi Ekstensifikasi

Strategi ekstensifikasi merupakan jurus PLN untuk menumbuhkan demand listrik baru. Cara ini dilakukan lewat program akuisisi captive power, yaitu mengajak pelanggan bisnis dan industri beralih dari penggunaan pembangkit listrik milik sendiri ke listrik PLN.

Pada April 2023 kemarin, ada empat perusahaan seperti PT South Pasifik di Jawa Barat dengan daya 33 Mega Volt Ampere (MVA), PT Yamaha Indonesia di Jawa Barat dengan daya 7,5 MVA, PT Grand Indonesia I di Jakarta dengan daya 10,5 MVA dan PT Grand Indonesia II dengan daya 11 MVA.

Baca Juga : IHSG Masih Tertekan Sentimen MSCI, Simak Strategi dan Rekomendasi Saham Senin 2 Februari 2026

“Ada 10 pelanggan besar yang mengikuti program akuisisi captive power,” akunya.

Kemudian ada PT Bridgestone Tire di Jawa Barat dengan daya 9,69 MVA pada bulan Mei 2023. Selanjutnya pada Oktober 2023 ada empat perusahaan seperti PT Pindodeli I di Jawa Barat dengan daya 45 MVA, PT Pindodeli II di Jawa Barat dengan daya 45 MVA, PT Indah Kiat Serang di Banten dengan daya 58 MVA, dan PT Aspek Kumbong di Jawa Barat dengan daya 40 MVA.

“Ada juga PT Indah Kiat Tangerang dengan daya 8,66 MVA di Banten,” ujarnya.

Baca Juga : IHSG Bergejolak, Strategi Time Trading Astronacci Jadi Penopang Trader di Tengah Crash

Tidak hanya program akuisisi captive power, strategi ekstensifikasi juga dilakukan melalui program electrifying agricultur dan electrifying marine. Program tersebut hadir untuk mempermudah pelaku usaha di bidang tersebut mendapatkan akses listrik yang membuat usahanya semakin produktif dan ramah lingkungan.

“Kami siap terus menjadi penggerak roda perekonomian negara dengan memenuhi kebutuhan listrik di seluruh penjuru tanah air. Khususnya sektor bisnis dan industri,” pungkasnya.

(Akb/nusantaraterkini.co) 

Baca Juga : Sambut HUT Ke-80, KAI Sumut Gelar Sapa Pelanggan