nusantaraterkini.co, PURWOREJO - Seorang siswa SMA terserempet kereta api saat membuat konten video di area jalur kereta api di Desa Tegalgondo, Kecamatan Butuh, Purworejo pada Jumat (3/1/2025) sekitar pukul 17.30 WIB.
Akibat peristiwa itu, korban yang merupakan pelajar SMA berasal dari Prigelan, Pituruh mengalami luka serius dan tengah mendapatkan perawatan di RS Palangbiru Kutoarjo.
Baca Juga : Pelaku Curanmor Diberi Timah Panas, Ngaku Curi Motor Bayar Hutang dan Narkoba
Kapolsek Butuh, Iptu Irfan Sofar menjelaskan, kejadian bermula ketika korban bersama dua temannya sedang membuat video di jalur kereta api sebelah barat overpass Desa Tegalgondo.
Saat itu, kereta api barang dari arah timur melintas. Sebelum peristiwa itu, kereta sudah memberikan kode peringatan agar korban dan temannya menjauh dari area rel.
Baca Juga : Waspada, Minyakita Palsu Diduga Beredar di Kota Cirebon
Namun, korban tidak mengindahkan peringatan itu dan tetap berada di lokasi untuk membuat video tanpa menyadari ada kereta api Pasundan jurusan Bandung-Surabaya yang melaju dari arah barat.
Kereta tersebut akhirnya menyerempet korban hingga korban terpental dan mengalami luka serius.
"Korban mengalami luka terbuka di bagian tangan kanan dan kepala, namun masih dalam keadaan sadar setelah kejadian. Teman-temannya segera meminta pertolongan warga sekitar," ujar Iptu Irfan, dikutip Kantor Berita RMOLJateng, Minggu (5/1/2025).
Baca Juga : Usai Nonton Pria Berusia 35 Tahun Tewas Terkunci di Toilet Bioskop Plaza Medan Fair
Warga yang mengetahui insiden tersebut segera melapor ke Polsek Butuh. Petugas kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke RS Palangbiru Kutoarjo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Setelah kejadian, video korban tersebar di sejumlah grup WhatsApp dan menjadi perhatian publik. Menanggapi hal ini, Iptu Irfan meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
"Kami harap masyarakat tidak menyebarkan konten yang dapat melukai privasi dan perasaan keluarga korban," imbaunya.
Selain itu, Kapolsek juga mengingatkan masyarakat untuk tidak bermain atau melakukan aktivitas di area rel kereta api demi keselamatan.
"Rel kereta api adalah zona berbahaya. Kami harap masyarakat lebih waspada dan menghindari tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri," tegasnya.
(Dra/nusantaraterkini.co).
