Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Seniman Medan Protes ke Pemko soal Pembatasan dan Pungli Pemakaian Sanggar di Taman Budaya

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Ari
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Seniman Medan berkumpul di Taman Budaya menolak pembatasan dan adanya pungli. (Foto: Ari/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Puluhan seniman di Kota Medan menggelar aksi unjuk rasa di depan Taman Budaya Medan Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (24/7/2024).

Seniman menyampaikan protes atas kebijakan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan yang dianggap keliru dan membatasi seniman dalam berkreasi di Taman Budaya Medan.

Koordinator Konsorsium Seniman Medan Aprion menyampaikan aksi ini disebabkan tidak diberikannya izin pemakaian ruang latihan bagi sanggar-sanggar seni Kota Medan.

Baca Juga : Dibuat dari Limbah Plastik dan Ceritakan Hutan Adat yang Hilang, Karya Seniman dari Riau Dipamerkan di Taman Budaya Medan

Kemudian, tidak jelasnya penggunaan ruang Taman Budaya Medan dikenakan biaya sewa/bayar tarif sewa atau digratiskan.

"Kembalikan fungsi Taman Budaya Medan sebagai wadah seniman berkreasi, baik dalam proses latihan maupun pertunjukan," kata Aprion.

Seniman juga meminta seluruh ruang/sanggar tidak digunakan oleh pihak manapun untuk aktivitas diluar kesenian dan tidak membuat batasan waktu yang ketat dalam setiap proses kesenian.

Baca Juga : Pertunjukan Sastra di Taman Budaya Medan, Merawat Minat Sastra Generasi Muda

"Seni itu gak ada ukuran harus sekian jam. Saya tidak mau itu dibatasi, kalau masih latihan terus diberhentikan keluar itu tidak bisa," ujarnya.

Aprion menyampaikan kepada Pemko Medan untuk menghapus segala biaya retribusi pemakaian ruang dan gedung pertunjukan dan bongkar palang/portal dipintu masuk untuk mempermudah hak akses publik.

"Kalau itu masih dibatasi lagi kita aksi lagi," katanya.

Aprion juga mengatakan adanya pungutan liar (pungli) ke seniman yang latihan di Taman Budaya Medan. Kondisi ini berlangsung sejak awal tahun 2024.

"Kalau sanggar tari diminta Rp 200 ribu, itu kita mau latihan bayar. (Pungli) sejak tahun ini begitu mereka rehab langsung lah, yang minta yang megang kunci ada honorer juga," tukasnya.

(cw5/nusantaraterkini.co)