Sengketa Hasil Pilpres di MK, PKB Yakin Gibran Bakal Didiskualifikasi
Jazilul Fawaid menilai, hakim harus memutuskan Gibran untuk didiskualifikasi sebagai cawapres terpilih
Sengketa Hasil Pilpres di MK, PKB Yakin Gibran Bakal Didiskualifikasi
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yakin Cawapres Gibran Rakabuming Raka bakal didiskualifikasi sesuai permohonan dalam sengketa hasil Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK).
Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid menilai, hakim harus memutuskan Gibran untuk didiskualifikasi sebagai cawapres terpilih. Jika tidak, pelanggaran serupa bisa kembali terjadi.
"Kami masih tetap yakin bahwa akan didiskualifikasi. Karena, ya, secara etik nanti akan bermasalah ke depan terus-menerus," katanya, Minggu (7/4/2024).
Jazilul meyakini majelis hakim di sidang sengketa hasil Pilpres 2024 bakal fokus dengan sejumlah dugaan pelanggaran etik. Termasuk berkaitan dengan bantuan sosial (bansos).
"Siapa sih yang melarang atau menolak kalau ada orang miskin dibantu, PKB ingin itu. Namun, lihat momentumnya, pola etikanya. Jadi, maksud saya itu, etika penguasa yang mestinya juga etika pada keadilan," tuturnya.
Lagi pula, sambung pria akrab disapa Gus Jazil, masyarakat akan terus memantau persidangan ini sehingga hakim pasti akan memberikan keputusan yang tepat.
"Ya, saya yakin setelah pendapat masyarakat selama ini. Kalau itu tidak terjadi maka selama itu juga MK akan menjadi tempat hujatan," tandas wakil Ketua MPR ini.
Diketahui, Mahkamah Konstitusi (MK) telah menggelar sidang sengketa Pemilu 2024 dan memanggil saksi. Hasilnya kemudian akan dibacakan pada 22 April 2024.
Adapun empat menteri dari kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah dihadirkan untuk dimintai keterangan pada Jumat, 5 April 2024. Mereka ialah Menko PMK Muhadjir Effendy, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.
(cw1/nusantarateerkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSRemaja 17 Tahun Tewas Hanyut Saat Latihan Renang Bersama Anggota TNI di Langkat, Jasad Ditemukan 3 Km
hendra·6 menit yang lalu -
PERISTIWABentrok Warga Nunu dan Anoa Kembali Pecah di Palu, 1 Orang Tewas dan Ratusan Polisi-TNI Dikerahkan
hendra·39 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALJaksa Panggil Jokowi Jadi Saksi Sidang Roy Suryo 5 November, Ajudan Ikut Dihadirkan
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolda Sumut Tetapkan Kreator TikTok RDLG Tersangka Dugaan Penistaan Agama
hendra·1 jam yang lalu -
NASIONALMendag Budi Santoso Lantik 19 Pejabat Kemendag, Ini Daftar Nama dan Jabatan Barunya
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALTawuran Maut di Kebon Jeruk Tewaskan Satu Orang, Polisi Tangkap 19 Pelaku dan Buru Penyiram Air Keras
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALLecehkan 9 Siswi, Guru Agama di Sekolah Namorambe Deliserdang Ditangkap
hendra·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKapolda Metro Jaya Pantau Demo 28 Oktober, Gas Air Mata dan Water Cannon Dikerahkan di Sekitar KPU
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALSopir Dump Truck di Aceh Ditangkap Usai Diduga Jual 300 Liter Solar Subsidi, Terancam Denda Rp60 Miliar
hendra·3 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan