Nusantaraterkini.co, PADANG-Pertandingan pekan lanjutan Liga Super Indonesia antara Semen Padang melawan Persis Solo, Minggu (11/1/2026), menyuguhkan drama luar biasa sejak peluit pertama dibunyikan. Laga yang berlangsung di bawah guyuran tensi tinggi ini menutup babak pertama dengan skor sama kuat 1-1, namun di balik angka tersebut tersimpan rangkaian kejadian dramatis yang jarang terjadi di lapangan hijau.
Baca Juga : Semen Padang Terkapar di Yogyakarta, Asa Keluar dari Zona Merah Kian Meredup
Drama dimulai pada menit ke-15 ketika Persis Solo mendapatkan peluang emas melalui titik putih. Penyerang mereka, Cornelius Stewart, maju sebagai eksekutor, namun kegagalan Stewart mengeksekusi penalti tersebut menjadi awal dari rangkaian kejadian tak terduga dalam laga ini.
Memasuki menit ke-35, giliran Semen Padang yang mendapatkan hadiah penalti. I Maulana yang ditunjuk sebagai algojo pun sempat mengalami nasib serupa dengan Stewart saat tendangan penaltinya gagal bersarang di jala gawang. Akan tetapi, dewi fortuna masih berpihak pada tuan rumah. Dalam kemelut yang sama di menit ke-35 tersebut, I Maulana berhasil menebus kesalahannya dengan mencetak gol dari permainan terbuka, membawa Semen Padang unggul 1-0.
Pertandingan semakin memanas ketika pemain Persis Solo, Taufik E, harus diganjar kartu kuning oleh wasit pada menit ke-38 akibat pelanggaran keras.
Di saat pendukung tuan rumah mengira akan menutup babak pertama dengan keunggulan, Persis Solo menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Memasuki masa injury time tepatnya di menit ke-45+3, sebuah skema serangan apik yang dibangun melalui assist G Kastaneer berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Fariz Z. Gol penyeimbang tersebut seketika membungkam publik tuan rumah dan merubah kedudukan menjadi 1-1 hingga waktu paruh berakhir.
Secara statistik, Semen Padang sebenarnya mendominasi jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 68% berbanding 32% milik Persis Solo. Kendati demikian, efektivitas serangan justru terlihat di kubu tamu. Meski hanya mencatatkan satu total tembakan di sepanjang babak pertama, tembakan tunggal milik Persis Solo tersebut langsung mengarah ke gawang dan berbuah gol.
Sebaliknya, Semen Padang yang mengontrol aliran bola belum mampu mencatatkan satupun tembakan tepat sasaran (shot on target) selain dari kemelut gol penalti yang gagal tersebut.
Baca Juga : Mandala Krida Memanas, PSIM Yogyakarta dan Semen Padang Masih Sama Kuat di Paruh Pertama
Dengan kondisi skor imbang dan dominasi bola yang kontras dengan efektivitas peluang, babak kedua diprediksi akan berjalan jauh lebih terbuka dan penuh dengan adu strategi dari kedua pelatih.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
