Nusantaraterkini.co, MEDAN-Tabel klasemen terbaru Liga Super Indonesia musim 2025/2026 telah merilis data yang memperlihatkan peta persaingan sangat ketat, di mana selisih poin di papan atas hanya terpaut sangat tipis. Hingga pekan ini, Selasa (13/1/2026), Persib Bandung berhasil menduduki posisi puncak dengan koleksi 38 poin.
Pencapaian Maung Bandung tersebut merupakan hasil dari 12 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 3 kekalahan. Dari segi produktivitas, Persib mencatatkan rasio gol 27 berbanding 11, yang berarti mereka memiliki pertahanan paling kokoh di liga sejauh ini. Namun, posisi mereka jauh dari kata aman karena Borneo FC menguntit tepat di posisi kedua dengan 37 poin. Borneo FC tampil lebih agresif di lini depan dengan mencetak 31 gol, hanya tertinggal satu angka di belakang sang pemuncak klasemen.
Baca Juga : Tumbangkan Pemuncak Klasemen, Persita Tangerang Jaga Tren Positif
Persaingan menuju zona Asia kian memanas dengan keberadaan Persija Jakarta di posisi ketiga yang mengantongi 35 poin. Namun, sorotan utama tertuju pada Malut United di posisi keempat dengan 34 poin. Malut United secara statistik menjadi tim paling subur dalam kompetisi ini dengan torehan 33 gol, sebuah angka produktivitas yang melampaui seluruh tim di kasta tertinggi.
Ketatnya perolehan poin di posisi empat besar ini sangat krusial mengingat jatah promosi ke kualifikasi Liga Champions AFC 2 dan Liga Challenge AFC menjadi pertaruhan utama. Persita yang berada di posisi kelima dengan 31 poin dan PSIM Yogyakarta dengan 30 poin masih terus berupaya masuk ke zona elite demi menjaga peluang tampil di kompetisi internasional.
Bergeser ke papan tengah, klasemen menunjukkan dinamika yang cukup stabil namun diwarnai oleh tingginya angka hasil imbang. Persebaya yang berada di peringkat ketujuh dengan 28 poin mencatatkan diri sebagai tim dengan hasil seri terbanyak, yaitu 7 kali imbang dari 17 laga. Di bawahnya, Bali United mengoleksi 27 poin, disusul oleh FC Bhayangkara dengan 22 poin.
Arema FC dan Dewa United masing-masing mengamankan posisi ke-10 dan ke-11 dengan poin 21 dan 20. Jarak poin yang cukup renggang di papan tengah ini memberikan sedikit ruang napas bagi PSM Makassar dan Persik Kediri yang sama-sama mengantongi 19 poin, meskipun mereka tetap harus waspada terhadap kebangkitan tim-tim di bawahnya agar tidak terseret ke zona merah.
Kondisi yang sangat kontras dan memprihatinkan terlihat pada zona degradasi yang ditandai dengan warna merah di dasar klasemen. Persis Solo di posisi ke-16 dan Semen Padang di posisi ke-17 saat ini berada dalam tekanan besar karena hanya mampu mengumpulkan 10 poin dari 17 pertandingan.
Persis Solo tercatat telah menelan 11 kekalahan, sementara Semen Padang dan Persijap Jepara tercatat sebagai tim dengan jumlah kekalahan terbanyak di liga, yakni 13 dan 12 kali kalah.
Baca Juga : Persija Jakarta Gusur Persib Bandung ke Peringkat Dua Usai Tekuk Persijap 2-0
Persijap Jepara sendiri harus menerima kenyataan pahit sebagai juru kunci klasemen dengan hanya mengemas 9 poin. Dengan selisih gol mencapai minus 19 dan hanya mencetak 14 gol sepanjang musim, Persijap menghadapi tantangan eksistensial untuk bisa tetap bertahan di Liga Super Indonesia pada musim mendatang.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
