Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Satu Barisan Lawan Rasuah: KPK-Polri Gembleng Integritas Aparat Lewat ACLC

KPK dan Polri gelar pelatihan integritas melalui ACLC untuk memperkuat ekosistem antikorupsi dan mencetak agen perubahan di tubuh kepolisian.

Melalui Anti-Corruption Learning Center (ACLC), KPK dan Polri  menggelar pelatihan intensif yang difokuskan pada penguatan nilai-nilai integritas bagi para personel garda terdepan, Minggu (8/3/2026).(foto:rmol)
Melalui Anti-Corruption Learning Center (ACLC), KPK dan Polri menggelar pelatihan intensif yang difokuskan pada penguatan nilai-nilai integritas bagi para personel garda terdepan, Minggu (8/3/2026).(foto:rmol)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA-Langkah konkret untuk membersihkan institusi dari jerat korupsi terus diperkuat melalui kolaborasi strategis antara Komisi () dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (). Melalui Anti-Corruption Learning Center (ACLC), kedua lembaga ini resmi menggelar pelatihan intensif yang difokuskan pada penguatan nilai-nilai integritas bagi para personel garda terdepan, Minggu (8/3/2026). 

Inisiatif ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan upaya sistematis untuk menciptakan tameng moral yang kokoh bagi aparat dalam menjalankan tugas-tugas penindakan dan pengawasan di lapangan.

​

Juru Bicara KPK, , menjelaskan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari visi besar untuk membangun ekosistem penegakan hukum yang bersih dan profesional. Dengan melibatkan auditor dari Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) serta personel Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi () Polri, pelatihan ini menyasar jantung pengawasan internal kepolisian. 

“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pembangunan ekosistem antikorupsi dengan meningkatkan kapasitas serta integritas aparat ,” tuturnya, seperti dilansir RMOL.

Metode yang diterapkan dalam kelas-kelas ACLC ini menjauh dari gaya ceramah konvensional. Para peserta diceburkan ke dalam simulasi realitas yang kompleks, mulai dari diskusi mendalam mengenai studi kasus nyata hingga simulasi dilema etik yang sering ditemui dalam operasi kepolisian. Para personel didorong untuk menyusun rencana aksi yang konkret agar nilai-nilai integritas tidak berhenti sebagai teori, melainkan menjadi panduan praktis dalam bekerja. 

 “Peserta dibekali pemahaman dan penguatan nilai integritas melalui metode pembelajaran partisipatif, seperti diskusi kasus, simulasi dilema etik, serta penyusunan rencana aksi yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas,” jelasnya.

​Menatap sisa tahun 2026, telah merancang empat gelombang pelatihan yang ditargetkan mampu melahirkan 160 agen perubahan di tubuh Polri. Program ini diharapkan menjadi purwarupa yang nantinya bisa diperluas ke lembaga penegak hukum lainnya di seluruh Indonesia. 

Dengan mengintegrasikan strategi pendidikan, pencegahan, dan penindakan sejak dini, dan Polri optimis bahwa penguatan kapasitas internal ini akan menjadi pondasi bagi yang lebih efektif dan dipercaya oleh masyarakat luas.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait