Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Satgas Pangan Diharapkan Dobrak Praktek Kartel Komoditas Pangan

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Komisi VI DPR Sartono Hutomo. (Foto: Dok. DPR)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Sartono Hutomo menyatakan Presiden Prabowo Subianto saat dilantik sudah berkomitmen bahwa Indonesia menuju swasembada pangan dan energi sebagai langkah menghadapi tantangan global.

Menurut Sartono, kenaikan harga komoditas pangan yang terjadi di setiap bulan ramadan dan hari-hari besar keagamaan, seharusnya bisa diatasi dengan adanya Satuan Tugas atau Satgas Pangan yang berada dibawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam).

Utamanya, lanjut Sartono, Satgas Pangan ini mencegah terjadinya disparitas harga domestik dengan luar negeri atau impor. Pasalnya, Sartono melihat terjadinya impor pangan selama ini terkesan seperti di ada-adakan ketika di dalam negeri sedang terjadi panen bahan pangan.

Baca Juga : Satgas Pangan Polda Sumsel Pastikan Stok dan Harga Sembako Aman Jelang Ramadan 2026

Alhasil, kata Sartono, program swasembada pangan ini tidak dijalankan secara utuh. Yang seharusnya hal itu dijalankan secara terstruktur, sistematis dan berkelanjutan untuk capai ketahanan pangan secara nasional.

Sebab itu, Sartono berharap Satgas Pangan ini benar-benar berfungsi dalam memberantas praktek-praktek kartel komoditas pangan, yang menjadi penyebab bahan pangan atau sembako mengalami kenaikan di saat bulan ramadan, hari-hari besar keagamaan dan tahun baru.

“Satgas Pangan ini saya mengharapkan betul-betul mempunyai dampak, daya dobrak terhadap praktek-praktek kartel selama ini,” kata Sartono, Selasa (4/3/2025). 

Baca Juga : Satgas Pangan Tetapkan Enam Tersangka Kasus Beras Oplosan, Legislator: Bentuk Keseriusan Bersihkan Mafia Pangan

Sartono juga berharap Satgas Pangan ini bertindak tegas terhadap mafia-mafia pangan ini dengan menegakan dan mengimplementasikan regulasi yang berlaku di Indonesia.

“Saya harapkan Satgas betul-betul bertindak dengan tegas, tidak hanya gagah di nama saja, tetapi bagaimana mengimplementasikan aturan-aturan. Kalau tidak, sektor tekstil, UMKM, jatuh, karena ada impor resmi tapi juga ada impor ilegal,” pungkas legislator asal dapil Jawa Timur ini.

(cw1/nusantaraterkini.co)