Dibekali dengan Pendidikan Militer, Apa dan Bagaimana Fungsi serta Tugas Komcad SPPI
SPPI dirancang untuk mencetak generasi muda yang tangguh, berpikir kritis, dan peduli sosial
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Sebanyak 30.018 peserta yang tersebar di 57 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, melibatkan institusi pendidikan TNI, Polri, Unhan RI, serta berbagai kementerian, lembaga dan universitas nasional dinyatakan lulus dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Batch III Tahun 2025.
Penutupan pendidikan tersebut, dilakukan langsung oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Letnan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin dan civitas akademik dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI).
Bagi masyarakat umum, Komcad SPPI ini masih terdengar asing. Apalagi dalam proses pendidikannya, Komcad SPPI dibekali dengan pendidikan dasar militer dari 14 April hingga 11 Juni 2025 dengan total 280 jam pelajaran dan pelatihan manajerial dari 12 Juni hingga 12 Juli 2025 dengan total 299 jam pelajaran.
BACA JUGA: Wakil Kepala Daerah Tiba di Akmil untuk Retreat, Pakai Seragam Komcad
Melansir dari laman Unhan, Selasa (15/7/2025), Komcad SPPI akan mendukung kekuatan pertahanan utama negara dalam kondisi darurat atau jika diperlukan. Program SPPI diartikan sebagai program strategis nasional yang dirancang tidak sekadar untuk pelatihan teknis militer, melainkan sebagai kebijakan prioritas yang merupakan mandat langsung Presiden Republik Indonesia dalam konteks reformasi kelembagaan pertahanan.
Implementasi program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pertahanan, Unhan RI, serta institusi pendidikan TNI dan lembaga pemerintah lintas sektor. Lulusan SPPI dipersiapkan untuk menjadi sumber daya perlindungan manusia yang unggul tidak hanya dari sisi kemampuan fisik, namun juga menguasai aspek teknologi, kepemimpinan, dan manajerial.
Komcad dari unsur SPPI diproyeksikan sebagai mitra sinergis bagi Komponen Utama TNI, serta sebagai elemen pendukung dalam skenario perlindungan terdesentralisasi yang menuntut kecepatan respon dan ketangguhan individu serta kolektif.
Sementara itu, dilansir dari Instagram Kemenhan RI, lulusan SPPI ini akan diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Gizi Nasional (BGN).
"SPPI dirancang untuk mencetak generasi muda yang tangguh, berpikir kritis, dan peduli sosial. Lulusan program ini akan diangkat menjadi ASN di Badan Gizi Nasional @badangizinasional.ri, berperan dalam memastikan setiap anak mendapatkan akses gizi yang layak untuk tumbuh sehat dan percaya diri dalam menatap masa depan," tulis unggahan Instagram Kemhan RI, @kemhanri, tertanggal 27 April 2025.
(Zie/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOMarkas Judi Online di Komplek Perumahan Angkatan Darat, 11 Orang Diamankan
7 menit yang lalu -
KRIMINALDugaan Pencemaran Nama Baik Brigadir Irmansyah Harefa Naik ke Penyidikan
Herman Saleh Harahap·35 menit yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Terapkan PengawasMU untuk Tata Kelola Digital
Herman Saleh Harahap·51 menit yang lalu -
NEWSBayi 8 Bulan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Hingga Meninggal, LPA Labuhanbatu Desak Polisi Usut Tuntas
hendra·54 menit yang lalu -
-
-
NEWSDidik Rachbini Soroti Shadow Politics Jokowi dalam Dinamika Sidang MK
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NASIONALMenaker Ungkap 10 Poin Krusial UU Pelindungan Ketenagakerjaan Baru
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSUU Satu Data Disahkan, Habib Syarief: Jangan Ada Lagi Praktik Jual-Beli Data Warga
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSPDIP Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Deddy: Ada Dugaan Syarat Pencalonan Cacat
hendra·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan