Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Rupiah Melemah ke Rp17.750 per Dolar AS, Pasar Dibayangi Sentimen The Fed dan Geopolitik

Rupiah melemah 0,32% ke Rp17.750 per dolar AS pada awal perdagangan. Sentimen The Fed dan geopolitik menjadi tekanan bagi rupiah hari ini.

Seorang karyawan menghitung rupiah yang ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer. (Foto: istimewa).
Seorang karyawan menghitung rupiah yang ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat di salah satu money changer. (Foto: istimewa).
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA kembali berada di bawah tekanan pada awal Senin (31/8/2026). Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) membuat mata uang Garuda dibuka melemah dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.

Berdasarkan data analisis pada pukul 09.05 WIB, rupiah terkoreksi 0,32% atau 57 poin ke level Rp17.750 per .

Pelemahan tersebut terjadi ketika mayoritas pergerakan mata uang Asia berlangsung beragam. tercatat sebagai mata uang yang mengalami pelemahan paling dalam di kawasan pada awal .

Ringgit Malaysia menyusul dengan pelemahan 0,20%, kemudian baht Thailand turun 0,17%, dolar Taiwan melemah 0,10%, dan peso Filipina terkoreksi 0,05% terhadap .

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru mampu menguat. Rupee India mencatat penguatan terbesar sebesar 0,17%, disusul yen Jepang yang naik 0,16%.

Yuan China menguat 0,08%, won Korea Selatan naik 0,07%, dolar Singapura bertambah 0,05%, sedangkan dolar Hong Kong menguat tipis 0,01% terhadap dolar AS.

Dolar AS Kembali Jadi Aset Pilihan

Analis Doo Financial Futures menilai rupiah masih menghadapi tekanan seiring upaya dolar AS untuk kembali menguat atau rebound.

Menurutnya, terdapat sejumlah sentimen eksternal yang menjadi perhatian pasar, terutama arah kebijakan moneter AS dan perkembangan di Timur Tengah.

Lukman mengatakan pernyataan hawkish Kepala Federal Reserve Kevin Warsh turut memberikan dukungan terhadap penguatan dolar AS karena pasar menangkap sinyal kebijakan suku bunga yang masih ketat.

Tekanan terhadap rupiah juga datang dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah serangan AS terhadap Iran. Kondisi tersebut mendorong investor meningkatkan kepemilikan terhadap aset yang dianggap lebih aman, termasuk dolar AS.

“Melihat tekanan tersebut, pergerakan rupiah diproyeksikan berada di rentang Rp17.650–Rp17.800 per dolar AS,” ujar Lukman, Senin (31/8/2026).

Dengan proyeksi tersebut, ruang pergerakan rupiah pada awal pekan diperkirakan masih cukup lebar. Pelaku pasar akan mencermati apakah tekanan dolar AS berlanjut atau rupiah mampu mendapatkan katalis positif dari dalam negeri.

Data Domestik Jadi Perhatian

Selain sentimen global, perhatian investor pada pekan ini juga akan tertuju pada sejumlah agenda domestik dan regional.

Dua data utama yang menjadi perhatian adalah perkembangan serta data perdagangan.

Rilis data tersebut akan menjadi salah satu indikator bagi pelaku pasar dalam menilai kondisi perekonomian Indonesia sekaligus menentukan arah perdagangan rupiah selanjutnya.

Kombinasi antara perkembangan kebijakan moneter AS, kondisi geopolitik global, serta data ekonomi domestik membuat pergerakan rupiah diperkirakan masih berlangsung volatil pada awal pekan.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait