Rupiah Hari Ini Berpotensi Menguat, Simak Prediksi Pergerakannya terhadap Dolar AS
Rupiah diproyeksi bergerak di kisaran Rp17.950–Rp18.050 per dolar AS. Investor menanti data ekonomi domestik dan risalah FOMC sebagai sentimen pasar.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (8/7/2026). Mata uang Garuda diproyeksikan berada di rentang Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS, di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang menunggu sejumlah data ekonomi penting dari dalam dan luar negeri.
Berdasarkan analisis Doo Financial Futures, rupiah pada penutupan perdagangan Selasa (7/7/2026) menguat tipis sekitar 0,08 persen ke posisi Rp17.980 per dolar AS. Penguatan tersebut terjadi setelah pergerakan rupiah cenderung stabil sepanjang sesi perdagangan.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah didukung oleh meningkatnya cadangan devisa Indonesia. Kenaikan ini menjadi yang pertama dalam enam bulan terakhir dan memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan domestik.
Meski demikian, ruang penguatan rupiah dinilai masih terbatas. Investor memilih menahan diri sambil menunggu publikasi sejumlah indikator ekonomi nasional yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan pasar.
"Data yang akan menjadi perhatian pasar berikutnya adalah penjualan ritel dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK)," ujar Lukman, Selasa (7/7/2026).
Dari sisi global, mayoritas mata uang Asia juga menunjukkan penguatan terhadap dolar AS. Kondisi tersebut terjadi ketika indeks dolar bergerak relatif datar karena pelaku pasar menantikan risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan memberikan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.
Menurut Lukman, dalam jangka pendek pergerakan rupiah masih berpotensi berada dalam pola range-bound. Namun, peluang penguatan tetap terbuka apabila data ekonomi domestik, khususnya penjualan ritel dan IKK, dirilis lebih baik dari perkiraan pasar.
"Kenaikan cadangan devisa menjadi sentimen positif bagi rupiah. Namun, pasar masih membutuhkan konfirmasi dari data ekonomi berikutnya. Jika hasilnya lebih baik dari ekspektasi, rupiah berpeluang melanjutkan penguatan," katanya.
Untuk perdagangan Rabu (8/7/2026), rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS. Pergerakan mata uang Indonesia diprediksi akan dipengaruhi oleh perkembangan data ekonomi domestik serta respons pasar terhadap risalah rapat FOMC.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
NEWSVideo WBP Diduga Pesta Sabu Viral, Lapas Tebingtinggi Dirazia: Tim Gabungan Temukan Sajam Hingga Handphone
hendra·3 jam yang lalu -
SUMSELMenko Pangan Tinjau Pembakaran Perdana PSEL Palembang, Sampah Keramasan Mulai Diolah Jadi Listrik
hendra·3 jam yang lalu -
-
NASIONALTrump dan Xi Redakan Ketegangan, Dunia Menatap Babak Baru Hubungan AS-Tiongkok
hendra·4 jam yang lalu -
NEWSSurat Advokat Jadi Objek Perkara Pidana, Hasrul Benny: Ini Kriminalisasi Produk Advokat
hendra·4 jam yang lalu -
KRIMINALPolisi Gagalkan Pengiriman 296 Cartridge Etomidate dari Malaysia ke Medan, Nilainya Rp888 Juta
hendra·5 jam yang lalu -
INTERNASIONALKlaster Mewah Lapas Cibinong Diusut, Menteri Imipas Siapkan Sanksi hingga Pencopotan
hendra·6 jam yang lalu -
KRIMINALBea Cukai Gagalkan Peredaran 2,3 Juta Batang Rokok Ilegal di Kutai Kartanegara
hendra·6 jam yang lalu -
NEWS287,2 Ton Jagung Berhasil Dikirim Polres Binjai ke Bulog Medan Sejak Program Ketahanan Pangan Polri Diluncurkan
hendra·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan