Rupiah Tertekan, Dibuka ke Level Rp17.600 per Dolar AS
Rupiah dibuka melemah ke Rp17.600 per dolar AS pada Jumat (11/9/2026). Tekanan dipicu penguatan dolar, imbal hasil AS, dan harga minyak dunia.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada awal perdagangan Jumat (11/9/2026). Rupiah di pasar spot dibuka pada level Rp17.600 per dolar AS.
Mengacu pada data Bloomberg, rupiah melemah 53 poin atau sekitar 0,30 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah terjadi ketika mayoritas mata uang Asia juga bergerak di zona merah. Baht Thailand tercatat turun 0,14 persen, ringgit Malaysia melemah 0,20 persen, rupee India turun 0,36 persen, peso Filipina terkoreksi 0,31 persen, dolar Taiwan melemah 0,29 persen, sementara yen Jepang turun tipis 0,03 persen.
Rupiah Masih Berpotensi Tertekan
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut sepanjang perdagangan hari ini.
Menurutnya, penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang membebani rupiah. Kondisi tersebut sejalan dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang membuat aset berbasis dolar semakin menarik bagi investor.
"Kenaikan imbal hasil obligasi AS meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar AS sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap rupiah," kata Lukman.
Selain faktor dari pasar obligasi AS, pergerakan harga minyak dunia juga menjadi perhatian. Harga minyak kembali meningkat di tengah kekhawatiran gangguan pasokan yang berpotensi berlangsung lebih lama.
Kenaikan harga minyak tersebut turut memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, karena dapat memperbesar kekhawatiran terhadap kondisi eksternal dan arus modal.
Diproyeksi Bergerak di Rp17.500-Rp17.650
Dengan mempertimbangkan sentimen global tersebut, Lukman memperkirakan rupiah masih akan bergerak melemah hingga akhir perdagangan.
Rupiah diproyeksikan berada dalam kisaran Rp17.500 hingga Rp17.650 per dolar AS pada perdagangan Jumat.
Pergerakan rupiah selanjutnya akan sangat dipengaruhi arah dolar AS, imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta perkembangan harga minyak dunia.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
OLAHRAGAPersaingan Ketat di Real Madrid, Mourinho Belum Garansi Tempat Utama untuk Vinicius
Rozie Winata·10 menit yang lalu -
NEWS VIDEOAbdul Kholik Desak Penguatan Peran DPD dalam Pembahasan Anggaran Transfer ke Daerah
Fadli Tara·44 menit yang lalu -
SUMUTTak Kunjung Diaspal, Aliansi Masyarakat Kuala Air Hitam Ancam Blokir Jalan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALDidakwa Korupsi Dana Pensiun, Presiden Paraguay Santiago Pena Lengser Lewat Pemakzulan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANKetua DPD RI Apresiasi Rencana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu di 2027
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELNiat Beli Mobil di Marketplace, Dokter di Palembang Kena Tipu Puluhan Juta
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KESEHATANRS Adam Malik Semarakkan HKN ke-62 dengan Gerakan Sehat untuk Semua
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Turun Rp20 Ribu ke Rp2.545.000 Per Gram Jelang Akhir Pekan
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
PERISTIWAKebakaran Hanguskan 9 Rumah di Komplek Griya Pesona Minimalis Medan Marelan
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan