Rupiah Dibuka Rp17.641 per Dolar AS, Harga Minyak Jadi Beban Sentimen
Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp17.641 per dolar AS. Pergerakannya dibayangi kenaikan harga minyak dunia dan konflik di Timur Tengah.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Selasa (8/9/2026) dengan pelemahan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pergerakan mata uang Garuda masih dibayangi kenaikan harga minyak dunia di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Berdasarkan data Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, rupiah berada di posisi Rp17.641 per dolar AS. Level tersebut menunjukkan pelemahan 1 poin atau sekitar 0,01 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah juga terjadi pada sejumlah mata uang Asia. Ringgit Malaysia tercatat turun 0,02 persen, sedangkan yuan China melemah 0,01 persen terhadap dolar AS.
Meski demikian, mayoritas mata uang kawasan Asia justru bergerak menguat pada awal perdagangan.
Yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar, yakni 0,73 persen. Disusul won Korea Selatan yang naik 0,62 persen, dolar Taiwan menguat 0,23 persen, dan peso Filipina meningkat 0,20 persen.
Selanjutnya, baht Thailand menguat 0,19 persen dan dolar Singapura naik 0,12 persen. Sementara itu, rupee India dan dolar Hong Kong cenderung bergerak stabil terhadap dolar AS.
Rupiah Diperkirakan Bergerak Konsolidasi
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah akan bergerak relatif terbatas sepanjang perdagangan hari ini.
Menurut Lukman, minimnya katalis dari rilis data ekonomi penting, baik dari dalam maupun luar negeri, membuat ruang pergerakan rupiah cenderung terbatas.
Di sisi lain, rupiah sebenarnya berpeluang memperoleh sentimen positif dari indeks dolar AS yang tengah mengalami koreksi.
Namun, potensi penguatan tersebut masih menghadapi tekanan dari pergerakan harga komoditas, khususnya minyak mentah dunia.
"Harga minyak mentah dunia yang masih bergerak naik akibat eskalasi konflik di Timur Tengah turut menjadi penahan dan membebani rupiah," ujar Lukman, Selasa (8/9/2026).
Kenaikan harga minyak menjadi perhatian pasar karena dapat meningkatkan tekanan terhadap inflasi serta kebutuhan impor energi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi sentimen terhadap mata uang negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.700 per dolar AS pada perdagangan Selasa.
Pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi oleh dinamika indeks dolar AS, harga minyak dunia, serta perkembangan geopolitik yang masih menjadi perhatian pelaku pasar.
(Dra/nusantaratetkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
OLAHRAGAPersaingan Ketat di Real Madrid, Mourinho Belum Garansi Tempat Utama untuk Vinicius
Rozie Winata·10 menit yang lalu -
NEWS VIDEOAbdul Kholik Desak Penguatan Peran DPD dalam Pembahasan Anggaran Transfer ke Daerah
Fadli Tara·44 menit yang lalu -
SUMUTTak Kunjung Diaspal, Aliansi Masyarakat Kuala Air Hitam Ancam Blokir Jalan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALDidakwa Korupsi Dana Pensiun, Presiden Paraguay Santiago Pena Lengser Lewat Pemakzulan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANKetua DPD RI Apresiasi Rencana Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu di 2027
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELNiat Beli Mobil di Marketplace, Dokter di Palembang Kena Tipu Puluhan Juta
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KESEHATANRS Adam Malik Semarakkan HKN ke-62 dengan Gerakan Sehat untuk Semua
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Turun Rp20 Ribu ke Rp2.545.000 Per Gram Jelang Akhir Pekan
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
PERISTIWAKebakaran Hanguskan 9 Rumah di Komplek Griya Pesona Minimalis Medan Marelan
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan