Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Republik Ceko Kebut Proyek Nuklir Rp317 Triliun, Kunci Lepas dari Batu Bara ​

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pembangkit listrik tenaga nuklir Dukovany, latar belakang, di Dukovany, Republik Ceko (Foto: AP Photo)

Nusantaraterkini.co,PRAHA-Republik Ceko mengambil langkah ambisius dengan mendorong proyek ekspansi energi nuklir senilai lebih dari 19 miliar dolar AS atau setara Rp317 triliun. Proyek besar ini melibatkan pembangunan dua reaktor baru di Kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Dukovany dan digadang-gadang menjadi strategi utama negara tersebut untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada bahan bakar fosil, khususnya batu bara.

​Rencana pembangunan dua reaktor berkapasitas lebih dari 1.000 megawatt per unit ini telah memulai tahap pekerjaan awal, termasuk pengeboran sedalam 140 meter untuk memastikan kesiapan geologis lokasi.

Baca Juga : Teknologi Nuklir Baru Rusia akan Dorong Sektor Sipil 

CEO proyek Dukovany, Petr Zavodsky, menyatakan bahwa energi nuklir akan menjadi tulang punggung pasokan listrik nasional. “Nuklir akan menghasilkan antara 50 persen hingga 60 persen kebutuhan listrik sekitar tahun 2050, atau bahkan sedikit lebih,” ujar Zavodsky, seperti dilansir RMOL, Minggu (16/11/2025).

Ia menegaskan bahwa ekspansi ini adalah syarat mutlak untuk menggantikan sekitar 40 persen pasokan listrik Ceko yang saat ini masih berasal dari batu bara.

Perusahaan energi Korea Selatan, KHNP, berhasil memenangkan tender pembangunan reaktor baru tersebut, mengalahkan pesaing kuatnya dari Prancis, EDF. Reaktor baru ini akan melengkapi empat unit tua berkapasitas 512 MW yang telah beroperasi sejak era 1980-an. Kesepakatan tersebut juga mencakup opsi bagi Ceko untuk menambah dua unit lagi di PLTN Temelín di masa mendatang.

Dukungan Uni Eropa terhadap energi nuklir melalui klasifikasi aktivitas ekonomi berkelanjutan memperkuat peluang pendanaan proyek ini. Ceko mencontoh negara-negara Eropa lainnya seperti Prancis, Slovakia, dan Hungaria yang juga sangat mengandalkan energi atom.

Baca Juga : Presiden Iran Peringatkan AS akan Terima Balasan Pascaserangan terhadap Situs Nuklir

Meskipun mendapat dukungan luas dari publik dan pemerintah, proyek ini tidak luput dari kritik. Organisasi seperti Friends of the Earth menganggap proyek nuklir terlalu mahal dan menyarankan dana tersebut dialihkan untuk pengembangan energi terbarukan. Selain itu, Ceko masih menghadapi masalah serius terkait fasilitas penyimpanan permanen untuk limbah nuklir.

Kritik juga dilontarkan oleh negara tetangga, Austria, yang sejak lama menentang penggunaan tenaga nuklir pasca-tragedi Chernobyl.

(*/Nusantaraterkini.co)