Relaksasi TKDN Mencuat, Komisi VII: Jaga Keseimbangan, Lindungi Industri Dalam Negeri
Kami menyambut baik upaya pemerintah dalam membuka ruang kerja sama dagang yang lebih luas. Namun, di saat yang sama, kita juga perlu memastikan
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR Chusnunia Chalim mendorong agar pemerintah menjadikan dinamika kebijakan perdagangan internasional saat ini sebagai momentum untuk memperkuat keberpihakan pada industri dan produk lokal.
Hal ini merespons rencana pemerintah untuk menghapus kuota impor dan melakukan relaksasi terhadap aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam upaya memperkuat kerja sama dagang dengan negara mitra, termasuk Amerika Serikat.
“Kami menyambut baik upaya pemerintah dalam membuka ruang kerja sama dagang yang lebih luas. Namun, di saat yang sama, kita juga perlu memastikan bahwa kebijakan tersebut tetap memberikan ruang tumbuh yang sehat dan berkelanjutan bagi industri dalam negeri,” ujar Chusnunia, Senin (14/4/2025).
Menurutnya, relaksasi kebijakan seperti TKDN dan kuota impor harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan berbasis data yang menyeluruh.
“Industri lokal kita memiliki potensi besar dan daya saing yang terus berkembang. Oleh karena itu, kebijakan nasional harus dirancang untuk memperkuat ekosistem industri lokal, bukan justru memperlemah posisi mereka di pasar domestik,” tambahnya.
Chusnunia menilai bahwa menjaga keseimbangan antara keterbukaan perdagangan dan perlindungan industri lokal adalah kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Perdagangan terbuka bukan berarti tanpa arah. Justru di sinilah pentingnya kehadiran negara dalam merancang regulasi yang adil, adaptif, dan pro-rakyat,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya TKDN sebagai instrumen strategis untuk mendorong transfer teknologi, penyerapan tenaga kerja, dan kemandirian industri nasional.
“Revisi TKDN tentu bisa dibahas bersama, dengan semangat memperkuat kualitas dan kapasitas produksi nasional. Namun semangat utamanya harus tetap menjadikan Indonesia tuan rumah di negeri sendiri,” tegasnya.
Chusnunia menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintah, pelaku industri, serta akademisi dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran dan mendukung keberlangsungan industri lokal.
“Kita semua ingin Indonesia tumbuh menjadi bangsa yang kuat secara ekonomi, mandiri secara teknologi, dan adil dalam pembangunan. Untuk itu, mari kita rumuskan bersama kebijakan yang terbaik” pungkasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELDitresnarkoba Polda Sumsel Gagalkan Peredaran 35 Kg Sabu dan Ratusan Pil Happy Five di Muba
hendra·Beberapa detik yang lalu -
KRIMINAL3.578 Burung Liar Diselundupkan dari Kalimantan ke Madura, 2 Orang Jadi Tersangka
hendra·26 menit yang lalu -
KRIMINALEdarkan Narkoba di Binjai, Remaja 18 Tahun Asal Padang Lawas Diringkus Polisi, 8 Paket Sabu Disita
hendra·41 menit yang lalu -
E-SportTimnas MLBB Indonesia Singkirkan Filipina dan Tembus Semifinal Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·42 menit yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Menguat, Naik Rp15 Ribu ke Rp2.595.000 Per Gram: Buyback Ikut Melonjak
Rozie Winata·43 menit yang lalu -
NEWS VIDEO10 dari 13 Bangunan di Lapas Cibinong Diduga di Luar Aset, Komisi XIII: Bongkar!
Fadli Tara·45 menit yang lalu -
KESEHATANWaspada Influenza A, RSU Haji Medan Pastikan Belum Ada Pasien Dirawat
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
POLITIKFormappi: Perdebatan Parliamentary Threshold Jangan Hanya Jadi Ajang Rebutan Kursi
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
PERISTIWAAceh Jaya Digoyang Gempa M4.3, Getaran Dirasakan hingga Banda Aceh
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALOmbudsman Dihalangi saat Sidak Lapas Cibinong, DPR Ingatkan Ancaman Pidana Penjara dan Denda Rp1 Miliar
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan