Lewat UU Pariwisata, Legislator Novita Dorong Optimalisasi Pajak Turis Asing
Anggota Komisi VII DPR Novita Hardini, menegaskan, pengesahan Undang-Undang (UU) Pariwisata diharapkan mampu menjawab berbagai permasalahan yang selam
nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR Novita Hardini, menegaskan, pengesahan Undang-Undang (UU) Pariwisata diharapkan mampu menjawab berbagai permasalahan yang selama ini menimbulkan kebocoran ekonomi di sektor pariwisata nasional.
Novita menyebut UU ini menjadi solusi untuk memperkuat kelembagaan pariwisata sekaligus menambah pemasukan daerah dan negara melalui kebijakan pajak turis.
“Kalau ditanyakan lebih detail terkait kelembagaan, kami serahkan kepada pemerintah bagaimana bisa mengelola ini dengan baik. Yang jelas, dengan adanya UU ini, kami berharap kelembagaan pariwisata tidak hanya menjadi lembaga mati, tapi bisa dikelola secara profesional dengan pendekatan pentahelix,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).
Politisi PDIP ini mencontohkan model kelembagaan pariwisata di Singapura, Thailand, dan Malaysia yang dinilai berhasil melakukan pengelolaan profesional dan kerja sama antarnegara, termasuk dalam penyediaan paket wisata menarik.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya pengembangan pariwisata medis yang turut diakomodasi dalam UU Pariwisata terbaru. Menurutnya, sektor tersebut bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan asing sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Salah satu poin penting dalam UU ini adalah kebijakan pajak turis. Novita menegaskan, penerapan pajak hanya berlaku untuk wisatawan mancanegara, bukan wisatawan domestik.
“Kami berharap pajak turis ini bisa membantu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun ekonomi nasional. Namun kami mendorong agar pajak turis domestik tidak dibebankan. Kalau untuk turis asing, mungkin iya dan wajib diberlakukan untuk mendukung perekonomian nasional,” jelas legislator dapil Jatim VII ini.
Dengan penguatan regulasi ini, DPR berharap pariwisata Indonesia dapat berkembang lebih profesional, kompetitif, dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
(cw1/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKKunker ke Papua, Yorrys Dorong Percepatan RUU Pelindungan Masyarakat Adat
Rozie Winata·35 menit yang lalu -
POLITIKHendri Satrio Sentil Gibran: Perjalanan Politik Anda Berbeda dengan Jokowi!
Rozie Winata·48 menit yang lalu -
EKONOMIAturan Saham Rp1 Berlaku, IHSG Melemah 1,51%, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
hendra·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALAleksandar Vucic Mundur dari Presiden Serbia, Siap Maju Jadi PM
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANKapolri: Ruang Digital Butuh Pemuda yang Bijak dan Produktif
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALHari Raya Yahudi Diwarnai Serbuan ke Al-Aqsa, Palestina Serukan Tindakan Internasional
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SEPAKBOLAKlasemen Piala ASEAN FIFA: Indonesia Tempati Posisi Kedua
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
NEWSDirjen PAS Ungkap 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai Aset Negara
hendra·10 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas: Dukungan Suami Kunci Lahirkan Generasi Unggul
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
SEPAKBOLAIndonesia Imbang Lawan Malaysia, Kartu Merah Haye Jadi Sorotan
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan