Komisi VII Ajak Semua Pihak Kolaborasi Tangani Hamparan Sampah di Selat Bali
Penguatan edukasi, insentif daur ulang, hingga penerapan teknologi penghalau sampah di muara sungai bisa kita dorong bersama
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR Chusnunia Chalim menekankan pentingnya menjadikan kejadian munculnya tumpukan sampah di perairan Selat Bali, tepatnya di kawasan wisata Patung Gandrung Watu Dodol sebagai titik balik untuk memperkuat tata kelola lingkungan laut yang terintegrasi.
Chusnunia mengajak semua pihak dari pemerintah daerah, pelaku pariwisata, masyarakat pesisir hingga industri untuk melakukan gerak bersama dalam menjaga kebersihan laut.
“Kita tidak bisa lagi memaknai kejadian seperti ini sebagai insiden biasa. Laut bukan tempat pembuangan sampah. Laut adalah sumber kehidupan, sumber pangan, sumber energi, dan identitas bangsa,” tegas Chusnunia, Senin (5/5/2025).
Ia menyayangkan kondisi memilukan tersebut muncul di tengah operasi kemanusiaan pencarian nelayan hilang oleh tim SAR, dan mengapresiasi kerja keras Basarnas Banyuwangi yang tetap menjalankan tugas di tengah tantangan berat akibat lautan sampah.
Legislator dapil Lampung itu menilai perlu ada pendekatan sistemik untuk mengatasi persoalan sampah laut, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi pusat pariwisata dan jalur pelayaran penting seperti Selat Bali.
Chusnunia menyampaikan bahwa dirinya mendorong agar pemerintah melakukan percepatan penerapan circular economy berbasis komunitas, di mana masyarakat pesisir dilibatkan aktif dalam pemilahan dan pengolahan sampah sebelum mencapai laut.
“Penguatan edukasi, insentif daur ulang, hingga penerapan teknologi penghalau sampah di muara sungai bisa kita dorong bersama,” ujarnya.
Adapun dirinya juga meminta adanya kolaborasi lebih antara kementerian teknis seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk membentuk program perlindungan ekosistem laut berbasis kawasan. Wilayah strategis seperti Selat Bali harus menjadi prioritas dalam penataan lingkungan pesisir yang berkelanjutan.
Tidak hanya itu, Chusnunia juga mengusulkan agar dilakukan audit lingkungan secara berkala terhadap aktivitas ekonomi di sekitar kawasan pesisir, termasuk limbah industri, pelabuhan, serta kegiatan wisata.
“Bukan untuk menghambat, tetapi untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan kualitas lingkungan. Kita ingin wisata tumbuh, tapi juga berwawasan ekologis,” tambah bekas Wagub Lampung ini.
Menurutnya solusi saat ini adalah dengan dibentuknya pilot project pada kawasan bebas sampah laut di sekitar destinasi unggulan seperti Grand Watu Dodol dan Pantai Boom Marina.
“Ini bukan tentang menyalahkan, tapi soal bergerak bersama. Sampah kiriman bisa jadi persoalan lintas wilayah. Tapi tanggung jawab kita tidak bisa dikirimkan. Harus kita selesaikan, sekarang juga,” pungkasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEO10 dari 13 Bangunan di Lapas Cibinong Diduga di Luar Aset, Komisi XIII: Bongkar!
Fadli Tara·1 menit yang lalu -
KESEHATANWaspada Influenza A, RSU Haji Medan Pastikan Belum Ada Pasien Dirawat
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
POLITIKFormappi: Perdebatan Parliamentary Threshold Jangan Hanya Jadi Ajang Rebutan Kursi
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PERISTIWAAceh Jaya Digoyang Gempa M4.3, Getaran Dirasakan hingga Banda Aceh
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALOmbudsman Dihalangi saat Sidak Lapas Cibinong, DPR Ingatkan Ancaman Pidana Penjara dan Denda Rp1 Miliar
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELPemkab OKI Maksimalkan Banpres Rp20 Miliar untuk Penanganan Karhutla Berbasis Data
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIIHSG Fluktuatif di Awal Sesi, Simak Sentimen dan Saham Pilihan Hari Ini
hendra·3 jam yang lalu -
SUMSELPastikan Kesiapan Operasional Koperasi, Banyuasin Perkuat Verifikasi dan Validasi KDKMP
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
POLITIKKomite IV DPD Rampungkan Uji 23 Calon Anggota BPK, 10 Nama Bakal Direkomendasikan ke DPR
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
POLITIKUcapan "Bacot Kamu" di Rapat DPR, Fernando Emas Desak MKD Periksa Willy Aditya
Rozie Winata·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan