Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita
Iklan

Puluhan Siswa di Cirebon Diduga Keracunan Usai Santap MBG, BGN Suspend Dapur Penyedia

Orang Tua Curiga Makanan Berbau Tak Sedap

Puluhan siswa di Cirebon diduga keracunan usai menyantap MBG. BGN suspend SPPG Harjamukti-Kalijaga 05 dan turunkan tim investigasi.

Program MBG. (Foto: ilustrasi AI)
Program MBG. (Foto: ilustrasi AI)
A A

Nusantaraterkini.co,ย CIREBON โ€“ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah puluhan siswa dari sejumlah sekolah mengalami mual, muntah, sakit perut, hingga diare usai menyantap makanan yang dibagikan di sekolah, Selasa (20/10/2026).

Sejumlah siswa harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Bahkan, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Siloam Putera Bahagia Cirebon sempat dipadati pasien hingga penanganan meluas ke area lorong.

Sebagian siswa lainnya dilaporkan menjalani perawatan di RST Ciremai, RSUD Gunung Jati, dan RS Pelabuhan. Mobilitas ambulans yang mengevakuasi para siswa juga sempat menyebabkan kepadatan lalu lintas di Jalan Ciremai Raya.

Menyusul kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menjatuhkan sanksi suspend berat terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi () Harjamukti-Kalijaga 05, yang diduga menjadi penyedia makanan bagi para siswa terdampak.

Orang Tua Curiga Makanan Berbau Tak Sedap

Dugaan keracunan mulai mencuat setelah sejumlah orang tua mendapati anak mereka mengalami gangguan kesehatan sepulang sekolah.

Salah seorang orang tua siswa, Dony Armando, menuturkan bahwa anaknya mulai merasa mual dan muntah setelah menyantap menu MBG saat jam istirahat. Berdasarkan cerita anaknya, sayur yang disajikan diduga mengeluarkan aroma tidak sedap.

โ€œMenurut pengakuan anak, sayurnya sudah bau. Sayur sop, tapi sopnya telur puyuh,โ€ ujar Dony saat ditemui di rumah sakit, Selasa (20/10/2026).

Keluhan serupa disampaikan Agus Bachtiar, orang tua siswa TK Teratai. Ia mengatakan anaknya mengalami muntah dan diare setelah menyantap makanan dari penyedia yang sama.

โ€œHabis makan kok muntah-muntah. Banyak juga yang dari SD mengalami hal serupa. Rata-rata kiriman dari yang belakang pom bensin itu,โ€ kata Agus.

Para orang tua berharap kejadian tersebut diusut secara menyeluruh. Pemeriksaan dinilai perlu mencakup proses pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan sebelum diterima para siswa.

Meski terdapat dugaan makanan tidak layak konsumsi, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi pihak berwenang.

Empat Sekolah dan Dua Guru Ikut Terdampak

Berdasarkan laporan awal, siswa yang mengalami gejala gangguan kesehatan berasal dari empat sekolah di kawasan Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Keempat sekolah tersebut yakni SD Taman Kalijaga Permai, SD Kalijaga Permai, TK Teratai, dan TK Harapan Bangsa. Selain siswa, dua guru dari SD Kalijaga Permai juga dilaporkan mengalami gejala serupa.

Makanan yang dikonsumsi para siswa diduga berasal dari SPPG Harjamukti-Kalijaga 05, yang dikelola Yayasan Tri Bakti Pertiwi. Lokasi dapur penyedia MBG tersebut berada di belakang SPBU Kalijaga Permai.

Namun, keterkaitan makanan dari dapur tersebut dengan gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih harus dipastikan melalui penyelidikan dan pemeriksaan sampel makanan.

Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat mengungkap penyebab kejadian sekaligus menentukan pihak yang harus bertanggung jawab apabila ditemukan pelanggaran dalam proses penyediaan makanan.

BGN Turunkan Tim Investigasi, Kepala SPPG Dicopot Sementara

BGN mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi suspend berat terhadap SPPG Harjamukti-Kalijaga 05. Tim pemantauan dan pengawasan juga dikerahkan untuk menyelidiki dugaan insiden tersebut.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan pihaknya telah memerintahkan pencopotan sementara Kepala SPPG dan ahli gizi yang bertugas di unit tersebut.

โ€œSudah kami suspend berat, Mas. Tim Tauwas sudah on the way untuk melakukan investigasi,โ€ kata Ketut saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2026).

Menurut Ketut, pencopotan sementara merupakan bagian dari tindakan internal sambil menunggu hasil pemeriksaan. BGN juga membuka kemungkinan menjatuhkan sanksi lebih lanjut terhadap mitra pengelola.

โ€œUntuk sementara pimpinan memerintahkan mencopot Kepala SPPG dan Ahli Gizinya. Untuk sementara tindakan internal yang kita lakukan. Nanti kita lihat hasilnya pemeriksaan, tidak menutup kemungkinan akan dilaksanakan pemutusan hubungan kerja dengan Mitra atau suspend permanen,โ€ ujarnya.

BGN menegaskan bahwa penanganan kesehatan para penerima manfaat menjadi prioritas saat ini. Upaya pemulihan terhadap siswa dan pihak lain yang terdampak diharapkan berjalan seiring dengan proses investigasi.

โ€œKami lagi fokus untuk penyelamatan penerima manfaat yang terdampak untuk dilakukan pemulihan kesehatannya,โ€ kata Ketut.

Hasil Investigasi Jadi Penentu

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG, terutama pada tahap pengolahan dan distribusi makanan ke sekolah.

Pemeriksaan terhadap sampel makanan, kondisi dapur, serta prosedur penyimpanan dan pengiriman menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab kejadian.

Hingga hasil investigasi diumumkan, dugaan keracunan tersebut belum dapat dipastikan berasal dari makanan MBG. Penetapan penyebab dan pertanggungjawaban pihak terkait perlu didasarkan pada bukti serta hasil pemeriksaan resmi.

Evaluasi menyeluruh diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang dan pelaksanaan program MBG dapat berlangsung dengan mengutamakan keselamatan serta kesehatan para penerima manfaat.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait