PSI Buka Posko Investigasi Usai Temukan Lonjakan Surat Suara Tidak Sah
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuka Posko Investigasi Pemilu usai menemukan terjadinya lonjakan surat suara tidak sah pada pemilihan legislatif (Pileg).
Baca Juga : Update Pileg Real Count KPU H+3, Berikut Suara yang Diperoleh
Dewan Penasihat PSI Irma Hutabarat menjelaskan bahwa pembukaan posko ini untuk mencari tahu alasan surat suara tersebut dinyatakan tidak sah.
Dia juga meminta agar fenomena ini diusut tuntas setelah jumlah surat suara tidak sah pada Pileg kali ini meningkat hingga empat kali lipat.
"Ditemukan angka yang tinggi suara tidak sah. Yang rata-rata lebih tinggi dari sebelumnya itu di daerah-daerah tertentu yang memang harusnya diinvestigasi supaya kita bisa belajar dari pengalaman ini apakah itu karena banjir, robek, rusak sehingga penyelenggaraan itu bisa lebih baik dan angka yang tinggi ini harus ada penjelasan," katanya dalam jumpa pers di Kantor DPP PSI, Jumat (16/2/2024).
Irma menilai fenomena surat suara tidak sah yang jumlahnya sangat tinggi pada Pileg kali ini tidak hanya menjadi urusan PSI melainkan juga menjadi urusan semua partai. Dia mencatat jumlah surat suara tidak sah ada yang mencapai 27 persen.
"Sangat tinggi artinya bukan hanya PSI saja yang tidak sah atau kemudian mengalami pengurangan berartikan ada yang terbuang kalau sampai dua digit artinya banyak sekali yang terbuang di sebaran TPS di 34 provinsi," ujarnya.
Tim Hukum PSI Martin Simanjuntak mengatakan pihaknya telah mengumpulkan temuan surat suara tidak sah itu dari tempat pemungutan suara (TPS) mulai Aceh hingga Papua. Dia menyebut jika dirata-ratakan jumlah surat suara tidak mencapai 10 persen.
"Internal PSI dari Aceh sampai Papua yang datanya kurang lebih hampir seribu ya karena ini kita bicara per TPS. Dari data yang kita himpun ini dan kita persentase di setiap daerah itu hampir 10 persen surat suara tidak sah. Nah ini kan butuh penjelasan kalau tidak sah itu kenapa? Apakah karena logistiknya rusak? Atau karena memang ada kesalahan dalam pencoblosan," ungkapnya.
Martin mengatakan pihaknya telah memberi instruksi kepada seluruh kader, caleg PSI untuk mengawal terus perhitungan suara. Selain itu pihaknya juga membuka layanan call center untuk melaporkan temuan serupa.
"Kalau memang ada dibutuhkan data di TPS mana kami siap nanti memberikan datanya karena datanya sudah ada di kami," pungkasnya.
PSI memberikan tiga nomor WhatsApp sebagai call center Posko Investigasi Pemilu dengan nomor 082310878606, 082310878604, 082310878624. Nomor ini akan standby 24 jam untuk menerima pengaduan, laporan kader, caleg, saksi hingga masyarakat atas temuan suara tidak sah hingga KPU resmi mengumumkan hasil rekapitulasi perhitungan suara Pileg.
(HAM/nusantaraterkini.co)
