Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Program Belajar Iqra dan Al-Quran Diterapkan Lapas Padangsidimpuan

Editor:  hendra
Reporter: Suhut Gultom
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana ketika warga binaan Lapas Padangsidimpuan dengan antusias mengikuti giat program belajar Iqra dan Al-Quran. (Foto. Dok. Humas Lapas Padangsidimpuan)

nusantaraterkini.co, PADANGSIDIMPUAN - Program belajar Iqra dan Al-Quran diterapkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas llB Padangsidimpuan di halaman Lapas tersebut, Jumat (28/11/2025).

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka upaya memperkuat pembinaan kerohanian, dan meningkatkan kualitas spiritual Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kalapas Padangsidimpuan, Mathrios Zulhidayat Hutasoit menyebutkan, program dirancang agar WBP memperoleh bekal agama yang lebih baik, selama menjalani masa pemasyarakatan, serta menjadi pondasi untuk kehidupan yang lebih baik saat kembali ke masyarakat. WBP juga sangat antusias mengikuti giat tersebut. 

Baca Juga : Relawan AQL Laznas Peduli Muliakan Al Quran Rusak Terdampak Banjir 

Kalapas Mathrios dalam pesan dan arahannya menyampaikan, pembinaan keagamaan bukan hanya pelengkap dari segi hukuman, tetapi bagian integral dari pemulihan dan pembentukan karakter. Program belajar Iqra yang dimulai dari tahap paling dasar hingga akhirnya membaca Al‑Quran secara lancar, dianggap sebagai fondasi utama dalam pembinaan spiritual WBP.

"Kami tidak hanya menerapkan hukuman, akan tetapi juga membina warga binaan," sebutnya. 

Mathrios menambahkan, pelaksanaan pembinaan mencakup pengajaran metode Iqra dan pembacaan Al‑Quran secara berjenjang, bimbingan tajwid, makhraj, serta ceramah dan halaqah keagamaan secara rutin, serta membuktikan komitment Lapas tidak sekadar 'menahan', melainkan untuk 'membina'.

Baca Juga : MTQ Ke-56 Kota Binjai, Momentum Perkokoh Diri Terapkan Nilai Al-Qur’an Dalam Kehidupan Sehari-hari

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Lapas dan Kemenag Padangsidimpuan dengan harapan dapat mewujudkan WBP yang tidak hanya kembali ke masyarakat tanpa bekal, tetapi dengan bekal iman, ilmu, dan akhlak. 

(sgm/nusantaraterkini.co)