BPS Proyeksi Produksi Beras Nasional Turun Menjadi 16,57 Juta Ton hingga Mei 2026
BPS proyeksikan produksi beras Jan–Mei 2026 turun jadi 16,57 juta ton, dipicu penurunan luas panen dibanding tahun sebelumnya.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka potensi produksi padi dan beras nasional untuk periode lima bulan pertama tahun 2026. Berdasarkan hasil amatan Kerangka Sampel Area (KSA) hingga Februari 2026, total produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk pada periode Januari–Mei 2026 diperkirakan mencapai 16,57 juta ton.
"Meskipun angka produksi pada bulan Februari menunjukkan lonjakan yang signifikan, secara kumulatif untuk periode Januari hingga Mei, terdapat kecenderungan penurunan tipis dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya," tulis laporan BPS yang dikutip, Sabtu (4/4/2026).
Data BPS menunjukkan bahwa proyeksi 16,57 juta ton beras pada periode Januari–Mei 2026 tersebut turun sebesar 0,38 juta ton atau sekitar 2,22 persen jika dibandingkan dengan realisasi produksi beras pada periode Januari–Mei 2025 yang mencapai 16,95 juta ton.
Penurunan ini dipengaruhi oleh estimasi luas panen pada periode Maret–Mei 2026 yang diperkirakan sebesar 3,85 juta hektare. Angka luas panen tersebut mengalami penyusutan sekitar 0,45 juta hektare atau 10,48 persen dibandingkan realisasi luas panen pada Maret–Mei 2025 yang tercatat sebesar 4,30 juta hektare.
Berdasarkan grafik perkiraan, produksi padi (GKG) menunjukkan tren yang bervariasi di awal tahun. Januari 2026: Realisasi produksi mencapai 2,44 juta ton GKG, Februari 2026, mengalami kenaikan tajam menjadi 5,05 juta ton GKG. Maret 2026: Potensi produksi diprediksi melonjak ke angka 9,05 juta ton GKG (Puncak Panen). April 2026, potensi produksi diperkirakan mulai menurun ke angka 7,16 juta ton GKG. Mei 2026, potensi produksi diprediksi berada di angka 4,47 juta ton GKG.
Daerah Penopang Utama
Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, sentra produksi padi nasional masih akan didominasi oleh tiga provinsi besar di Pulau Jawa. Jawa Timur diproyeksikan tetap menjadi produsen tertinggi, disusul oleh Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Pihak BPS menekankan bahwa angka untuk periode Maret hingga Mei 2026 masih bersifat potensi. Realisasi angka tersebut nantinya akan sangat bergantung pada kondisi cuaca, ketersediaan air, serta penanganan hama dan penyakit tanaman di lapangan dalam beberapa bulan ke depan.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSDirjen PAS Ungkap 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai Aset Negara
hendra·12 menit yang lalu -
KESEHATANRico Waas: Dukungan Suami Kunci Lahirkan Generasi Unggul
Herman Saleh Harahap·18 menit yang lalu -
SEPAKBOLAIndonesia Imbang Lawan Malaysia, Kartu Merah Haye Jadi Sorotan
Herman Saleh Harahap·40 menit yang lalu -
RELIGIPeringati Maulid Nabi, Rico Waas Ajak Warga Atasi Masalah Medan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIBupati Pasaman Barat Jenguk Korban Serangan Buaya di RSUD
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANRico Waas Minta Bangso Batak Jaga Budaya dan Rangkul Anak Muda
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSTNI Gagalkan Penyelundupan 16,4 Kg Sabu di Perbatasan Malaysia
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Paparkan Capaian Penanganan Bencana kepada Satgas PRR
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
EKONOMIKPPU Soroti Tantangan Hukum Persaingan Usaha di Pasar Digital
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan