Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Praktisi Kesehatan Tri Budhi mengungkapkan, pengguna rokok elektronik atau vape di Indonesia telah begitu kian meningkat.
Untuk itu menurutnya, standardisasi pada produk vape dinilai perlu untuk melindungi para pengguna.
Baca Juga : Survei Kesehatan Selandia Baru: Tingkat Merokok Harian Turun jadi 6,8%, Namun Penggunaan Vape Melonjak 11,7%
Disebutkan, Tri Budhi, belakangan ini muncul kabar potensi pencemaran logam bagi pengguna vape/rokok elektrik. Karena, hal tersebut akan timbul jika pemanasan melebihi suhu tertentu pada coil dari vape.
Baca Juga : Penyalahgunaan Vape Zombie Meningkat di Okinawa Jepang
"Device vape saat ini sudah mayoritas regulated mod device, yang berarti sistem pemanasan sudah terkontrol chipset di dalam device-nya. Sehingga suhu kritis pemanasan logam coil bisa lebih terkendali," ujarnya, Sabtu (8/6/2024).
Namun, ia menilai hal itu kecil kemungkinan terjadi bila pengguna memahami dengan baik pengaturan perangkat (device) dan cara mengaturnya.
Disebutkan, Public Health England rutin melakukan penelitian setiap tahun dan menyatakan bahwa rokok elektrik memiliki risiko yang jauh lebih rendah ketimbang rokok konvensional.
Baca Juga : Mantan Jubir Covid-19 Kota Medan Ditunjuk jadi Direktur RSUD Pirngadi, Fokus Benahi SDM dan Layanan Obat
Untuk itu menurutnya, upaya untuk melakukan standardisasi device perlu dilakukan agar semua device yang beredar di pasaran terkontrol dan tepat sasaran.
"Standardisasi produk bisa membantu mengurangi penyalahgunaan dan bahkan bisa menjadi jalan untuk edukasi penggunaan vape kepada penggunanya," tuturnya.
Baca Juga : Peneliti BRIN Beberkan Fakta Penting Virus Nipah yang Jadi Sorotan Dunia
(cw1/nusantaraterkini.co)
