Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Survei Kesehatan Selandia Baru: Tingkat Merokok Harian Turun jadi 6,8%, Namun Penggunaan Vape Melonjak 11,7%

Tingkat merokok harian turun drastis menjadi 6,8% (dari 16,4% di 2011/2012). Namun, prevalensi penggunaan rokok elektrik (vape) harian melonjak tajam

Warga terlihat berjalan-jalan di Arrowtown, Selandia Baru, pada 25 April 2025. (Foto: dok Xinhua/Long Lei)
Warga terlihat berjalan-jalan di Arrowtown, Selandia Baru, pada 25 April 2025. (Foto: dok Xinhua/Long Lei)
A A

, WELLINGTON -  harian di mencatatkan penurunan menjadi 6,8 persen dari 6,9 persen pada tahun sebelumnya.

Meski tipis, hal mencerminkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Demikian menurut Survei Kesehatan Selandia Baru () terbaru yang dirilis pada Rabu (19/11/2025).

Survei 2024/2025, yang pengumpulan datanya dirampungkan pada Juli 2024 hingga Juli 2025, menemukan bahwa 6,8 persen orang dewasa di merupakan perokok harian, turun signifikan dari 16,4 persen pada survei 2011/2012.

Baca Juga : Penyalahgunaan Vape Zombie Meningkat di Okinawa Jepang  

"Jumlah perokok harian telah berkurang hampir separuh sejak 2011/2012, dan kini Selandia Baru memiliki sekitar 278.000 lebih sedikit perokok harian," ungkap survei tersebut.

Data terbaru itu menyoroti penurunan signifikan dalam paparan (pasif), dengan 1,3 persen anak-anak terpapar asap rokok sekunder di dalam rumah pada 2024/2025, turun dari 3,3 persen pada 2015/2016.

di kalangan anak muda juga menurun seiring waktu, papar survei tersebut, serta menambahkan bahwa tingkat merokok harian di kalangan anak muda berusia 15-24 tahun kini mencapai 3,2 persen, turun dari 19,2 persen saat survei dimulai 13 tahun lalu.

Baca Juga : Komisi IX Minta BPOM hingga Polri Razia Vape Zombie yang Masuk ke Indonesia

Namun demikian, prevalensi penggunaan atau harian meningkat tajam, mencapai 11,7 persen pada 2024/2025 dibandingkan dengan hanya 0,9 persen pada 2015/2016, menurut statistik.

Upaya terus dilakukan untuk mencapai target Smokefree (Bebas Rokok) 2025 dengan memastikan para perokok memiliki alat dan dukungan praktis untuk berhenti merokok, termasuk akses untuk mendapatkan alternatif yang lebih tidak berbahaya seperti , ungkap survei itu.

Wakil Menteri Kesehatan Selandia Baru mengatakan tantangan saat ini adalah membantu para perokok lanjut usia (lansia) yang telah merokok dalam jangka waktu yang lama untuk berhenti.

(*/)

Sumber: Xinhua 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait