Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Prabowo Ibaratkan Kabinet Tim Sepak Bola, Fernando Emas Baca Sinyal Reshuffle

Sebut untuk Melanggengkan Kekuasaan

Fernando Emas menilai analogi tim sepak bola Prabowo menjadi sinyal potensi reshuffle kabinet dan menyoroti dugaan kepentingan politik menuju Pilpres 2029.

Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menyoroti potensi reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berpotensi berkaitan dengan dinamika politik menuju Pilpres 2029, Jumat (23/10/2026). (foto: istimewa)
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menyoroti potensi reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berpotensi berkaitan dengan dinamika politik menuju Pilpres 2029, Jumat (23/10/2026). (foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Direktur , , menilai Presiden Prabowo Subianto berpotensi semakin sering melakukan perombakan atau reshuffle kabinet hingga akhir masa pemerintahannya. Penilaian tersebut menyusul pernyataan Prabowo yang mengibaratkan jajaran kabinetnya sebagai tim sepak bola, yang terdiri atas pemain inti, pemain cadangan, hingga pendukung.

Menurut Fernando, perumpamaan tersebut mengindikasikan Prabowo telah menyiapkan sejumlah nama untuk mengisi posisi menteri dan menggantikan anggota kabinet yang saat ini menjabat.

Ia menyoroti pemerintahan Prabowo baru berjalan sekitar dua tahun, tetapi telah melakukan sejumlah perombakan kabinet. Kondisi itu, menurutnya, memunculkan dugaan bahwa reshuffle tidak semata-mata didasarkan pada evaluasi kinerja menteri maupun kompetensi calon penggantinya.

“Kalau mencermati pernyataan tersebut, kemungkinan Presiden Prabowo Subianto di sisa masa jabatannya akan sering melakukan reshuffle kabinet. Pemerintahan Prabowo Subianto masih berjalan dua tahun, tetapi sudah melakukan delapan kali reshuffle kabinet,” ujar Fernando kepada Nusantaraterkini.co, Jumat (23/10/2026).

Ia menilai, analogi pemain cadangan dalam sepak bola dapat dimaknai sebagai sinyal bahwa Presiden memiliki sejumlah nama yang sewaktu-waktu dapat dimasukkan ke dalam kabinet untuk menggantikan pejabat yang sedang menjabat.

Fernando menduga, perombakan kabinet berpotensi menjadi instrumen politik untuk mengakomodasi berbagai kelompok, baik yang mendukung maupun yang bersikap kritis terhadap pemerintahan. 

Menurutnya, langkah tersebut dapat dikaitkan dengan upaya memperkuat dukungan politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

“Reshuffle dilakukan hanya untuk memberikan kesempatan lebih banyak kepada yang pro dan kontra terhadap pemerintahan bisa menikmati masuk anggota kabinet. Tujuannya agar bisa memuluskan untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2029,” katanya.

Orientasi Politik

Fernando pun melontarkan kritik terhadap arah politik pemerintahan Prabowo. Ia menilai, jika perombakan kabinet lebih berorientasi pada kepentingan politik dibandingkan evaluasi kinerja, hal tersebut dapat memperkuat anggapan bahwa kekuasaan menjadi prioritas utama.

“Sehingga semakin memperjelas bahwa Prabowo haus kekuasaan dan ingin melanggengkan kekuasaannya,” ujarnya.

Lebih jauh, Fernando bahkan memprediksi Prabowo tidak akan menuntaskan masa kepemimpinannya hingga akhir periode. Ia juga menyampaikan pandangan bahwa Pilpres 2029 berpotensi berlangsung tanpa keikutsertaan Prabowo.

“Namun sepertinya hal tersebut akan sia-sia karena saya perkirakan Prabowo Subianto tidak akan menuntaskan kepemimpinannya sampai akhir masa jabatannya dan Pilpres 2029 tanpa Prabowo Subianto,” tuturnya. 

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru