Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Dikumpulkan Presiden, Fernando Emas Ingatkan Soal Independensi TNI-Polri

Fernando Emas mengingatkan pentingnya independensi TNI-Polri setelah Presiden Prabowo mengumpulkan sekitar 800 perwira tinggi di Istana.

Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar penguatan soliditas TNI dan Polri tidak dimanfaatkan untuk kepentingan melanggengkan kekuasaan, Rabu (7/10/2026).(foto: istimewa)
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar penguatan soliditas TNI dan Polri tidak dimanfaatkan untuk kepentingan melanggengkan kekuasaan, Rabu (7/10/2026).(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Direktur Rumah Politik Indonesia, , mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar penguatan soliditas TNI dan Polri tidak dimanfaatkan untuk kepentingan melanggengkan kekuasaan. Hal tersebut disampaikannya menanggapi langkah Presiden Prabowo yang mengumpulkan sekitar 800 perwira tinggi TNI dan Polri dalam kegiatan Taklimat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

“Semoga saja kekuatan TNI dan Polri tidak dimanfaatkan Prabowo untuk melanggengkan kekuasaannya,” tegas Fernando, kepada Nusantaraterkini.co, Rabu (7/10/2026).

Fernando menegaskan, independensi TNI dan Polri harus tetap dijaga. Penguatan hubungan institusional ini diharapkan tidak menggeser peran utama kedua lembaga tersebut sebagai pengayom masyarakat dan penjaga kedaulatan negara.

Menurut Fernando, TNI dan Polri memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlangsungan pemerintahan. Karena itu, pertemuan tersebut dinilai tidak sekadar menjadi forum penyampaian arahan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat soliditas kedua institusi tersebut.

“Presiden Prabowo Subianto masih terus harus melakukan penguatan terhadap kepemimpinannya, termasuk terhadap TNI dan Polri karena keduanya sangat memiliki peran penting terhadap keberlangsungan kepemimpinannya,” kata Fernando.

Dia mengatakan, selama hampir dua tahun pemerintahan berjalan, Prabowo menghadapi tantangan dalam menjalankan berbagai program pemerintah, termasuk program-program unggulan yang sejak awal mendapatkan penolakan atau kritik dari sejumlah pihak.

“Selama dua tahun pemerintahannya, Prabowo memahami bahwa begitu berat karena sejak dari awal banyak yang tidak mendukung program-programnya, terutama program unggulan,” ungkap Fernando.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sekitar 800 perwira tinggi TNI dan Polri dalam kegiatan Taklimat di Istana Negara. Prabowo mengatakan, pertemuan itu sengaja digelar menjelang dua tahun pemerintahannya untuk memberikan gambaran mengenai kondisi yang dihadapi bangsa dan negara.

“Sengaja saya mengundang para perwira tinggi menjelang 2 tahun pemerintahan yang saya pimpin. Saya ingin memberi suatu gambaran keadaan yang kita hadapi sebagai bangsa dan sebagai negara,” ujar Prabowo.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas undangan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan jajaran TNI dalam menjalankan tugas.

“Atas nama keluarga besar TNI, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden atas undangan dan kesempatan yang diberikan kepada TNI untuk mengikuti kegiatan ini,” ujar Agus.

Sementara itu, Kapolri Komjen Pol Suyudi Ario Seto mengatakan kehadiran seluruh perwira tinggi Polri menjadi kesempatan untuk menerima langsung arahan dan penekanan kebijakan dari Presiden Prabowo.

“Kehadiran seluruh perwira tinggi Polri pada kesempatan ini merupakan momentum penting untuk menerima secara langsung arahan kebijakan dan penekanan Bapak Presiden sehingga dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas dan kepemimpinan di satuan masing-masing,” ujar Suyudi. 

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru