Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Polisi Ungkap Fakta Keponakan Tega Bunuh Paman: Pelaku Sempat Diusir, Bertengkar dan Bacok Korban

Editor:  hendra
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Polres Simalungun melalui Polsek Bangun akhirnya mengungkap fakta kasus pembunuhan yang dilakukan keponakan terhadap pamannya (pak tua) sendiri.

nusantaraterkini.co, SIMALUNGUN - Polres Simalungun melalui Polsek Bangun akhirnya mengungkap fakta kasus pembunuhan yang dilakukan keponakan terhadap pamannya (pak tua) sendiri.

Peristiwa nahas ini terjadi di depan rumah korban di Nagori Silau Malaha, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun pada Kamis (25/7/2024), sekira pukul 03.00 WIB. 

Pelaku sakit hati

Baca Juga : Tragis, Rekonstruksi Pembunuhan Anak di Simalungun Ungkap Kekejaman Pelaku: Ibu Korban Tuntut Hukuman Mati

Kapolsek Bangun Polres Simalungun AKP Esron Sinaga menjelaskan, pelaku inisial FS (24) nekat membunuh pamannya lantaran sakit hati.

"Pelaku dendam dan emosi karena dirinya diusir dari rumah korban. Bahkan baju pelaku dibuang ke luar rumah oleh korban," kata Estonia, Sabtu (27/7/2024).

Sebelumnya sekira pukul 24.00 WIB, korban bertengkar dengan pelaku. Korban yang kesal langsung mengusir pelaku dari rumahnya. 

Baca Juga : Tetap di Jalur dan Jangan Nyalip, Strategi Humanis Polisi Bikin Arus Balik di Simalungun Lancar

Pelaku membunuh pakai parang tetangga korban

Karena diusir, pelaku FS pun keluar dari rumah korban dengan membawa tas miliknya. Pada saat itu, tetangga korban bernama Alex mengajak pelaku tidur di rumahnya untuk mengantisipasi keributan antara korban dan pelaku.

Kemudian, sekira pukul 02.00 WIB, pelaku mengambil parang yang berada di dalam rumah Alex dan meletakkan di pinggangnya. Lalu, pelaku keluar dan pergi ke rumah korban.

Baca Juga : Pria di Simalungun Bacok Teman Sendiri Hingga Jari Nyaris Putus, Diduga Dipicu Bisnis Rokok Ilegal ​

"Setibanya di depan rumah korban, pelaku memanggil korban. Tak lama, korban pun keluar menemui pelaku sambil membawa besi sepanjang satu meter," bebernya.

Cekcok antara keduanya pun terjadi. Lalu, korban memukul wajah pelaku menggunakan besi yang dipegangnya. Pelaku yang kesal kemudian membacok wajah korban.

"Dikarenakan perbuatan yang dilakukan oleh korban, tersangka melakukan perlawanan dengan mengambil sebilah parang yang ada di pinggangnya dan mengayunkan sebilah parang tersebut ke arah wajah korban secara berulang-ulang," kata Esron.

Baca Juga : Rumah dan Bengkel di Jalan Asahan Ludes Terbakar, Warga Alami Luka Bakar

Setelah korban tergeletak dengan berlumuran darah, pelaku menyeret tubuh korban dari lantai teras ke tanah. Lalu, parang tersebut dibuang pelaku di parit yang berada di depan rumah korban.

"Mendengar kejadian tersebut saksi Alex keluar dari rumah dan melihat korban sudah tergeletak di tanah dan wajahnya berlumuran darah, lalu melaporkan ke perangkat desa untuk diteruskan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Bangun," sebutnya.

Pelaku minta maaf ke keluarga korban

Saat ditemui tersangka FS menyampaikan rasa bersalah, dan permohonan maaf kepada seluruh keluarga korban.

"Ferdi menyesal Pak, Ferdi khilaf, tidak bisa menahan emosi, Ferdi memohon maaf kepada seluruh keluarga dan Ferdi siap mempertanggung jawabkan atas apa yang sudah Ferdi lakukan," pungkasnya.

(Dra/nusantaraterkini.co)