Nusantaraterkini.co, SIMALUNGUN – Arus balik Tahun Baru 2026 di jalur Pematangsiantar–Parapat terpantau padat namun tetap lancar. Kondisi ini tak lepas dari strategi pendekatan humanis yang diterapkan Tim Samapta Polres Simalungun kepada para pengendara.
Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, mengatakan pendekatan persuasif terbukti efektif mencegah kemacetan di jalur yang kerap mengalami kepadatan ekstrem tersebut.
“Kami mengutamakan himbauan dan komunikasi yang baik kepada masyarakat. Bukan langsung penindakan. Hasilnya sangat positif, pengendara kooperatif dan arus lalu lintas tetap mengalir,” ujar AKP Verry saat dikonfirmasi, Sabtu (3/1/2026) malam.
Baca Juga : Arus Balik Nataru Masih Padat, Trafik Tol Trans Sumatera Naik hingga 65 Persen pada 1 Januari 2026
Sejak pukul 08.30 WIB, Tim Urai Lalu Lintas Satuan Samapta yang dipimpin AKP Rudi Handoko, SH, MH, aktif berpatroli di kawasan Jalan Lintas Tiga Balata. Tim bergerak secara mobile, mengikuti arus kendaraan sembari memberikan himbauan langsung kepada pengendara.
“Kami dekati pengendara yang hendak keluar jalur atau menyalip sembarangan, lalu kami ingatkan dengan sopan agar tetap di jalur masing-masing demi kelancaran bersama,” jelas AKP Rudi.
Tim Samapta diperkuat enam personel dan didukung satu unit mobil patroli serta tiga sepeda motor trail. Kendaraan tersebut memudahkan petugas menjangkau titik-titik rawan kepadatan.
Baca Juga : Tragis, Rekonstruksi Pembunuhan Anak di Simalungun Ungkap Kekejaman Pelaku: Ibu Korban Tuntut Hukuman Mati
“Motor trail sangat membantu untuk menjangkau sela-sela antrean kendaraan dan menyampaikan himbauan langsung. Respons masyarakat sangat baik,” tambahnya.
Menurut Rudi, hampir seluruh pengendara mematuhi arahan petugas tanpa perlu penindakan. Banyak di antaranya bahkan menyampaikan apresiasi kepada personel di lapangan.
“Begitu dihimbau, mereka langsung tertib. Ini menunjukkan kesadaran berlalu lintas masyarakat semakin baik,” ujarnya.
Baca Juga : Sebanyak 49 Personel Polres Simalungun Naik Pangkat di Hari Kedua Tahun Baru
Pesan utama yang disampaikan petugas terbilang sederhana namun krusial, yakni tetap di jalur dan tidak menyalip sembarangan demi mencegah penumpukan kendaraan.
Selain patroli mobile, personel juga disiagakan di sejumlah persimpangan dan titik keramaian untuk membantu mengarahkan arus kendaraan.
Hasilnya, sepanjang operasi berlangsung tidak terjadi kemacetan signifikan maupun kecelakaan lalu lintas.
“Situasi padat tapi lancar, tanpa kejadian menonjol. Ini bukti bahwa pendekatan humanis dan disiplin pengendara adalah kunci kelancaran lalu lintas,” tutup AKP Verry Purba.
(AH/nusantaraterkini.co).
