Polisi Sebut Kasus Siswa SD yang Dihukum Belajar di Lantai Faktor Miskomunikasi
Jadi, ini ada miskomunikasi antara wali kelasnya dengan orangtua si siswa
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Polisi melakukan mediasi terkait kasus siswa SD berinisia MA, yang dihukum belajar di lantai, karena menunggak biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), di Yayasan Abdi Sukma Medan, pada Sabtu (11/1/2025) kemarin.
Mediasi itu, turut dihadiri oleh pihak sekolah, orangtua siswa serta dinas terkait.
Baca Juga: Pria di Deliserdang Ditangkap Usai Gelapkan Motor Milik Temannya
Kapolsek Delitua, Kompol Dedy Dharma mengatakan, dari hasil mediasi tersebut, terdapat miskomunikasi antara guru yang menghukum, Haryati dan orangtua siswa.
"Jadi, ini ada miskomunikasi antara wali kelasnya dengan orangtua si siswa," ucap Dedy dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/1/2025).
Dari pihak guru, kata Dedy telah meminta maaf secara langsung kepada orangtua siswa dan mengakui kesalahannya.
Pihak Yayasan juga telah menjelaskan jika tidak ada penghukuman seperti belajar di lantai, akibat menunggak pembayaran SPP.
"Pihak guru menyadari perbuatannya dan sudah meminta maaf kepada orangtua siswa. Intinya mereka sudah sama-sama saling memaafkan," tuturnya.
Kasus ini bermula, ketika sebuah rekaman video memperlihatkan siswa SD dihukum duduk di lantai karena menunggak SPP, dan viral di media sosial.
Video itu direkam langsung oleh Kamelia, ibu dari bocah tersebut, sambil menangis. Kamelia menjelaskan anaknya menunggak uang SPP selama tiga bulan, dengan total Rp 180.000 ribu.
Menurut Kamelia, Salah satu faktor anaknya menunggak adalah karena dana Program Indonesia Pintar (PIP) di tahun akhir 2024 belum cair.
Kamelia berencana menebus uang sekolah anaknya pada Rabu (8/1/2025) dengan menjual handphone-nya terlebih dahulu.
Baca Juga: Akhir Pekan, Wahana Time Zone jadi Serbuan Warga
Namun, sebelum pergi ke sekolah, ia mendengar cerita anaknya yang merasa malu karena dihukum belajar di lantai oleh gurunya selama dua hari.
Setelah mendengar cerita tersebut, Kamelia langsung pergi ke sekolah. Saat tiba di ruang kelas, ia melihat anaknya duduk di lantai, sementara teman-teman lainnya duduk di kursi.
(cw7/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANPemko Medan Matangkan Lahan Proyek Pengolahan Sampah Listrik
Herman Saleh Harahap·15 menit yang lalu -
SUMUTBobby Nasution Ajak Perantau Minang Dorong Ekonomi Keumatan dan Industri Halal
Herman Saleh Harahap·37 menit yang lalu -
KESEHATANBulan Bakti Peternakan, Pemprov Sumut Targetkan Bebas Rabies 2030
Herman Saleh Harahap·45 menit yang lalu -
-
KRIMINALDalih Kasihan karena Korban Yatim, Guru SMP di Situbondo Diduga Cabuli Siswinya
hendra·7 jam yang lalu -
SUMUTDeteksi Dini Peredaran Narkoba, Rutan Kelas IIB Tarutung Razia Kamar Hunian WBP
Fadli Tara·7 jam yang lalu -
-
SUMSELJaga Keselamatan 3,2 Juta Penumpang, PT KAI Divre III dan BPKARSS Intensifkan Perawatan Jalur LRT Sumsel
hendra·8 jam yang lalu -
KRIMINALTerungkap! Pemilik Rumah Penyimpan 101 Burung Dilindungi Ternyata Paman Terpidana Perdagangan Satwa
hendra·9 jam yang lalu -
KRIMINALBawa 106 Gram Ganja, Residivis Narkoba 59 Tahun Diciduk Polres Pematangsiantar
hendra·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan