Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pidato Prabowo Dinilai sebagai Pengingat Pemimpin Harus Jadi Contoh Masyarakat

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Prabowo Subianto (foto/istimewa)

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pakar Hukum Hardjuno Wiwoho menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato perdana soal pejabat di Tanah Air harus menjadi contoh pemerintahan yang bersih dinilai sebagai pengingat keras kepada jajarannya bahwa pemimpin harus bisa beri contoh moral kepada masyarakat.

"Pidato Prabowo adalah pengingat keras bahwa pemimpin bukan hanya pengambil kebijakan, tetapi juga harus menjadi contoh moral dan etika bagi masyarakat. Ini bukan hanya soal kebijakan anti-korupsi, tetapi juga tentang bagaimana pemimpin hidup dan menjalankan tugasnya sehari-hari," katanya, Jumat (24/10/2024).

Baca Juga : Sekolah di Tukka Tapteng Kembali Berdenyut, Program Makan Bergizi Gratis Jadi Penyemangat Siswa

Hardjuno pun menilai jika seorang pemimpin berani mengambil langkah tegas, khususnya terkait korupsi, maka itu akan jadi sinyal kuat bagi bawahannya.

Baca Juga : Prabowo Instruksikan Sekolah Baru Wajib Punya Lapangan Bola, Komisi X: Cetak Atlet Nasional

Sebaliknya, lanjut dia, jika pemimpin terlihat lunak terhadap Pemerintahan yang bersih, maka sistem tidak akan bisa berubah.

"Jika pemimpinnya berani mengambil langkah-langkah tegas terhadap korupsi, maka ini akan menjadi sinyal kuat bagi semua aparat di bawahnya. Sebaliknya, jika pemimpin terlihat lunak atau bahkan terlibat dalam korupsi, maka tidak ada harapan bagi sistem untuk berubah," ucapnya.

Baca Juga : Kritik Keras Hensa Soal Danantara, dari Risiko Fiskal hingga Ancaman Elitisme Ekonomi

Lebih lanjut, Hardjuno menilai salah satu langkah penting untuk memberantas korupsi adalah dengan memperkuat penegakan hukum yang independen.

Baca Juga : Momen Hangat Presiden Prabowo dan Macron di Jamuan Malam Istana Élysée

Selain itu, dia juga menekankan pentingnya membangun budaya integritas sejak dini, terutama di kalangan pejabat publik.

"Lembaga seperti KPK, kepolisian, dan kejaksaan harus benar-benar dibebaskan dari intervensi politik. Kita sering melihat bagaimana proses hukum terhadap pejabat tinggi dapat terganggu oleh tekanan politik atau kekuatan lainnya," ucapnya.

Baca Juga : Tengah Berbelanja Sayur, Sepeda Motor Seorang Wanita Raib Digasak Maling

"Selain penegakan hukum, kita juga perlu membangun sistem pendidikan dan pelatihan yang menekankan pentingnya integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Hanya dengan cara ini kita bisa menciptakan generasi pemimpin yang lebih baik di masa depan," sambung dia.

Baca Juga : Polda Sumsel Ungkap Peredaran Narkotika Jenis Baru, Etomidate Berkedok Liquid Vape

Kemudian, dia menambahkan korupsi di Indonesia merajalela karena dipicu lemahnya sistem dan kurangnya teladan dari pemimpin.

Karena itu, menurutnya apa yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya sudah tepat.

"Jika seorang pemimpin tidak bersikap tegas dan berintegritas dalam menegakkan hukum, maka ini akan merembes ke bawah dan mempengaruhi seluruh aparat negara. Inilah yang dimaksud dengan 'ikan busuk dari kepala.' Kerusakan di pucuk pimpinan bisa dengan mudah menyebar ke seluruh bagian," tutur dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato perdananya usai dilantik di MPR/DPR/DPD, Jakarta.

Prabowo meminta pejabat di Tanah Air harus menjadi contoh pemerintahan yang bersih.

"Seluruh unsur pimpinan harus menjadi contoh, ing ngarsa sung tulada. Saudara-saudara sekalian, ada pepatah yang mengatakan kalau ikan menjadi busuk, busuknya mulai dari kepala," kata Prabowo.

"Semua pejabat dan semua eselon dan semua tingkatan harus memberi contoh untuk menjalankan kepemimpinan pemerintahan yang sebersih bersihnya. Mulai contoh dari atas dan sesudah itu penegakan hukum yang tegas dan keras," tambahnya. 

(cw1/nusantaraterkini.co)